🖋️ Laporan: Bang Hayat – Tim Liputan AswinNews
🗞️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
TANGGAMUS – AswinNews.com | Minggu Malam, 13 Juli 2025
Di sebuah rumah sempit di Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talangpadang, Tanggamus, seorang pria bernama Rosidi menjalani hidupnya dalam sunyi. Ia bukan pejabat, bukan tokoh terkenal, bukan pula pengusaha sukses. Ia hanyalah seorang warga biasa—yang kini tinggal seorang diri, tanpa kaki, tanpa pasangan hidup, dan tanpa pengharapan yang pasti.
Empat tahun lalu, tepat pada 5 Juni 2021, sebuah truk tronton melindas tubuhnya dalam kecelakaan tragis. Kedua kakinya hancur dan harus diamputasi. Ketika ia sadar di RS Martapura, Palembang, dunia yang dikenalnya telah berubah total: tubuhnya tinggal separuh.
Namun, yang paling melukai bukan amputasi itu. Melainkan saat sang istri pergi meninggalkannya, tak lama setelah ia kembali ke rumah.
“Dia bilang saya bukan laki-laki utuh lagi… lalu minta pisah. Sejak itu saya hidup sendiri,” kata Rosidi, suaranya nyaris tak terdengar, matanya menatap kosong.
Rosidi hidup sendirian. Ia tak punya anak. Keluarga jauh. Tetangga nyaris tak ada yang berkunjung. Rumah yang ditempatinya terlalu sempit bahkan untuk kursi roda. Dinding dan lantainya pun tak ramah bagi disabilitas. Hari-harinya ia lalui dengan duduk diam, menatap dinding, ditemani senyap dan kenangan.
Ia pernah mencoba memakai kaki palsu, namun hasil amputasi yang buruk menyebabkan tulang menonjol keluar, menekan daging, hingga setiap langkah terasa seperti ditusuk dari dalam.
“Saya coba pakai… rasanya seperti ada pisau di dalam kaki. Sakitnya luar biasa. Saya tak sanggup,” ucapnya lirih.
Ia pun tak bisa bergerak bebas di dalam rumah. Kursi roda tak bisa melewati ruang sempit dan lantai yang tidak rata. Kadang, dalam sehari penuh, tak satu pun manusia berbicara dengannya. Ia tak minta belas kasihan. Tapi harapannya perlahan memudar.
“Saya tidak minta uang. Tidak minta hidup mewah. Saya cuma mau… bisa berdiri. Walau sekali. Saya cuma ingin tahu, seperti apa rasanya berdiri lagi… sebelum saya mati.”
Kalimat itu diucapkan Rosidi sambil menangis. Tangis seorang pria yang kehilangan segalanya—yang hanya ingin satu hal: merasa sebagai manusia lagi.
Kisah Rosidi bukan hanya soal kehilangan fisik. Ini adalah cerita tentang harga diri, tentang kehendak untuk hidup, dan tentang harapan yang tersisa dalam reruntuhan luka.
Melalui laporan ini, AswinNews.com mengetuk pintu hati:
🟢 Pemerintah Kabupaten Tanggamus
🟢 Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan
🟢 Anggota DPRD dan tokoh masyarakat
🟢 Komunitas kemanusiaan dan dermawan
Rosidi membutuhkan:
Ia tidak meminta-minta. Tapi deritanya nyata. Luka fisiknya bisa dilihat, namun luka batinnya lebih dalam dari itu.
Kami di AswinNews siap menjadi penghubung antara para dermawan dan Rosidi. Jika Anda atau lembaga ingin mengulurkan tangan, hubungi pihak pekon Sinar Banten atau langsung ke redaksi kami.
Satu alat bantu, satu perhatian tulus, satu sentuhan kemanusiaan—mungkin bisa mengubah hidup seseorang yang selama ini merasa dilupakan.
“Saya sudah kehilangan segalanya. Tapi saya belum menyerah. Saya masih ingin berdiri. Sekali saja. Sebelum Tuhan benar-benar memanggil saya pulang.”
📍 Lokasi: Rumah Rosidi, Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus
📞 Kontak: Redaksi AswinNews.com / Pemerintah Pekon setempat
🤝 Aksi Solidaritas: Dapat dimulai dari satu pesan, satu uluran tangan.
Kota Langsa – Aswinnews. com- Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., turun langsung…
Effort to Increase Protection for Workers in 5 Sectors in Lampung Province under the HUKATAN…
BANDAR LAMPUNG – Aswinnews.com – Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan,…
MERANTI, Aswinnews.com – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut secara resmi kunjungan lawatan…
BENGKULU – Aswinnews.com – Seorang warga Kota Bengkulu bernama Miya mengaku tidak mendapatkan pelayanan di…
LHOKNGA – Aswinnews.com – Indonesian Rupiah banknotes that are no longer fit for circulation have…