🖋️ Penulis: Ine
🛠️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang dan Ter-Update
Jakarta, AswinNews.com – Rekaman sejarah yang terpendam di kawasan Cikini–Pegangsaan dihidupkan kembali dalam sebuah acara bertajuk “Cikini Undercover: Jejak Bumi Terinjak”, sebuah inisiatif yang menggabungkan seni pertunjukan dan diskusi sejarah untuk merefleksikan perjuangan warga mempertahankan ruang hidup.
Acara yang digelar oleh Karang Taruna RW 01 Pegangsaan, pada Sabtu malam (12/7/2025) pukul 19.30 WIB, berlangsung di area Pasar Kembang Cikini, dan menghadirkan beragam unsur seni, tokoh masyarakat, dan narasi sejarah yang selama ini terlupakan.
Membongkar Jejak Sejarah Cikini yang Terinjak
Diskusi bertema “Jejak Bumi Terinjak” menjadi inti kegiatan, dengan menghadirkan narasumber seperti:
- M. Nabil Hafizhurrman, SH dari LBH Jakarta
- Melinda Rahmawati, M.Pd dari Komunitas Sitigajari
- Tokoh masyarakat seperti Pak Hasbi dan Pak Ade, yang mengenang kisah lama kawasan Cikini, mulai dari Gang Opium, Kramat, Kambodja, hingga perlintasan kereta opium dan sejarah pemboman mobil pejabat negara di masa lalu.
Tak hanya itu, hadir pula Ketua RT 014 Untung M., dan warga RW 01 lainnya yang ikut memperkaya diskusi dengan testimoni sejarah lisan.
Seni sebagai Medium Memori Kolektif

Acara ini dirangkai dengan pertunjukan puisi “Akar Teras”, penampilan musisi Pujiono (Indonesian Idol), sesi jumpa tokoh, serta tabur bunga di lokasi petilasan sebagai simbol penghormatan atas sejarah yang terinjak oleh pembangunan dan lupa kolektif.
Sayangnya, acara ini turut diliputi suasana duka atas wafatnya Ketua RT 016, sosok dituakan dalam struktur Karang Taruna RW 01. Meski demikian, semangat acara tetap berjalan dengan dukungan dari:
- Ketua Karang Taruna Kecamatan (Bung Deka)
- Ketua Dewan Pertimbangan Karang Taruna, Ahmad Yani (juga Ketua RT 04)
- Komunitas Kawan Coklat dan berbagai elemen masyarakat.
Memperjuangkan Ruang Hidup melalui Apresiasi Budaya
Ketua Panitia sekaligus Ketua Karang Taruna RW 01, Muprian Permana, menyampaikan bahwa Cikini Undercover dikemas untuk membuka ruang dialog antara sejarah, seni, dan ruang hidup yang terpinggirkan.
“Kita ingin menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dan sejarah perjuangan di kawasan ini, sekaligus memperjuangkan hak ruang hidup warga melalui pendekatan seni dan sosial yang menyentuh,” ujar Muprian kepada AswinNews.
Acara ini menjadi bukti bahwa narasi sejarah rakyat tak boleh terkubur, dan ruang hidup tidak hanya soal fisik, tapi juga soal memori, identitas, dan penghormatan atas perjuangan masa lalu.
📸 Foto: Dokumentasi kegiatan diskusi dan seni “Cikini Undercover”, Sabtu malam (12/7/2025) di Pasar Kembang Cikini, Jakarta.
Redaksi AswinNews.com
![]()
