Elly Lasut Resmi Menjabat Komisaris PT Angkasa Pura, HBL Berpotensi Pimpin Demokrat Sulut

Aswinnews.com — Penunjukan Elly Engelbert Lasut sebagai Komisaris PT Angkasa Pura tidak hanya menjadi momentum penting dalam karier politiknya, tetapi juga mencerminkan kepercayaan politik tingkat tinggi dari pusat terhadap tokoh asal Sulawesi Utara yang telah lama malang melintang di kancah nasional.

Di tengah dinamika pasca-Pilkada 2024, langkah ini menjadi babak baru yang akan memengaruhi arah dan masa depan Partai Demokrat Sulut.

Ucapan Terima Kasih kepada Publik Sulut

Dalam pernyataan resminya pada Selasa, 8 Juli 2025, Elly Lasut mengucapkan terima kasih atas dukung­an dan doa dari masyarakat Sulawesi Utara, yang menurutnya terlihat dari banyaknya ucapan selamat dan komentar positif di berbagai kanal media.

“Saya membaca banyak komentar yang menyampaikan ucapan selamat. Saya menilainya sebagai bentuk doa dan dukungan yang luar biasa. Terima kasih atas semua itu,” ujar Elly Lasut.

Ia pun memastikan bahwa Surat Keputusan pengangkatan dirinya sebagai komisaris telah resmi diterima dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Angkasa Pura Indonesia.

“Saya sudah menerima SK dari RUPS Angkasa Pura Indonesia yang menyatakan saya sebagai komisaris. Terima kasih atas dukungan dan ucapan baik. Luar biasa,” tambahnya.

Rekomendasi AHY dan Respons Cepat Presiden Prabowo

Penunjukan Elly Lasut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi langsung Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang dikirim kepada Presiden Prabowo Subianto pada 30 Juni 2025.

Surat itu hanya menyebut satu nama, yakni Elly Engelbert Lasut—dan ditandatangani langsung oleh AHY, tanpa melibatkan struktur partai lainnya. Hal ini menandakan tingginya nilai strategis dari rekomendasi tersebut.

Respon Presiden pun terbilang cepat. Hanya dalam waktu satu minggu, Elly Lasut resmi dilantik sebagai Komisaris PT Angkasa Pura, BUMN strategis yang mengelola bandara-bandara utama di Indonesia.

Dari Kepala Daerah ke Komisaris: Jejak Pengabdian Elly Lasut

Elly Lasut bukan sosok baru di dunia pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Kepulauan Talaud selama tiga periode, dan juga sempat menjabat sebagai Ketua DPRD di daerah tersebut.

Pengalamannya di dunia birokrasi menjadi modal penting untuk menempati kursi komisaris, serta menjadi bukti bahwa figur daerah dapat berkontribusi nyata di level nasional.

Penunjukan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa keterlibatan tokoh dari Sulawesi Utara dalam struktur BUMN kian diperhitungkan.

Konsekuensi Jabatan dan Transisi Demokrat Sulut

Sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023, seorang komisaris BUMN tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai pengurus partai politik. Konsekuensinya, Elly Lasut harus mundur dari jabatan Ketua DPD Demokrat Sulut.

Situasi ini membuka ruang transisi di tubuh Demokrat Sulut. Nama Hillary Brigitta Lasut (HBL)—anggota DPR RI sekaligus putri Elly Lasut—menjadi kandidat paling potensial untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

HBL sendiri mencatatkan rekor sebagai peraih suara terbanyak untuk legislator perempuan di Pileg 2024, bahkan melampaui beberapa tokoh nasional.

Selain HBL, muncul pula sejumlah nama lain dalam bursa calon Ketua Demokrat Sulut, seperti:

Billy Lombok

Royke Anter

Stendy S. Rondonuwu

Masa Depan Demokrat Sulut: Regenerasi dan Konsolidasi

Pengangkatan Elly Lasut sebagai komisaris membuka peluang bagi proses regenerasi di tubuh Demokrat Sulut. Dengan munculnya kader-kader muda potensial, partai berlambang mercy ini memiliki modal kuat untuk melanjutkan konsolidasi politik.

Apalagi, pada Pileg 2024, Demokrat berhasil meningkatkan jumlah kursi di DPRD Sulut, menunjukkan basis dukungan yang kian solid.


Penulis: MYCHAEL HONTONG
Editor: Abah Roy | Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *