🖊️ Penulis: Harry
📍 Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update
BENGKALIS – ASWINNEWS.COM
Kondisi internal RSUD Bengkalis memasuki titik nadir. Para petugas medis dan nonmedis yang bertugas jaga sore dan malam angkat suara soal hak mereka yang tak kunjung dibayar selama hampir satu tahun terakhir.
Mereka bukan hanya bekerja keras—tetapi juga mempertaruhkan kesehatan, waktu, bahkan nyawa. Namun honor jaga yang menjadi hak mereka digantung tanpa kepastian oleh pihak manajemen rumah sakit. Situasi ini pun mulai memicu gejolak besar dari dalam.
“Sampai detik ini uang jaga kami belum dibayar! Kapan dibayar? Tidak ada jawaban! Kami butuh makan, punya keluarga! Tapi tak ada kepastian, ini menyakitkan!” tulis seorang pegawai di grup Facebook Warga Bengkalis (WB)—postingannya kini viral dan memantik kemarahan publik.
Kemarahan kini berubah jadi keputusasaan. Dikonfirmasi dari sumber lapangan, sejumlah petugas memilih berhenti piket karena tak sanggup lagi menunggu janji kosong.
“Ada yang sudah berhenti jaga karena tidak tahan. Kami kerja siang malam, tapi hak kami dipermainkan. Ini keterlaluan,” ujar salah satu pegawai yang meminta namanya dirahasiakan.
Situasi ini mengancam kelangsungan pelayanan di RSUD Bengkalis, yang selama ini menjadi garda depan pelayanan kesehatan masyarakat.
Nama Azahari Efendi, Direktur RSUD Bengkalis, menjadi sorotan utama kemarahan pegawai. Ia dianggap diam, menghindar, dan tidak pernah tampil memberi kejelasan.
“Hei Azahari, jangan cuma duduk di balik meja! Hadapi kami! Kapan uang kami dibayar?” demikian salah satu komentar yang ramai disuarakan.
Tak hanya Direktur RSUD, gelombang kritik juga menyasar Sekretaris Daerah dan DPRD Kabupaten Bengkalis yang dinilai tidak serius menangani masalah yang menyangkut kelangsungan pelayanan publik ini.
“Kami minta Sekda panggil dan copot semua pejabat RSUD yang tidak becus! Jangan biarkan orang-orang cari aman tapi mengorbankan kami di lapangan!” tegas seorang tenaga medis lainnya.
Gejolak ini tidak main-main. Pegawai sudah mewacanakan aksi mogok massal jika hak mereka tetap diabaikan. RSUD Bengkalis pun terancam lumpuh dan masyarakat akan menjadi korban nyata dari krisis manajemen ini.
“Jangan salahkan kami kalau nanti RSUD lumpuh! Kalau hak kami terus dikebiri, kami akan berhenti kerja!”
Kondisi ini bukan hanya soal administrasi atau kendala teknis—ini adalah soal penghargaan atas pengabdian dan kemanusiaan. Para tenaga kesehatan telah bekerja siang-malam untuk menyelamatkan nyawa, namun hak dasar mereka justru ditelantarkan.
📢 Redaksi AswinNews.com menyerukan transparansi dari pihak RSUD Bengkalis dan Pemkab Bengkalis untuk segera menjelaskan, mengaudit, dan membayarkan hak-hak pegawai.
Jangan tunggu RSUD benar-benar lumpuh dan nyawa masyarakat jadi taruhan!
Sigli-AswiNews.com-Di tengah dinamika pelayanan kesehatan yang terus berkembang, Direktur RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli, drg.…
Purwakarta, Aswinnews.com – April 2026(KMP) mengungkap temuan serius yang mengarah pada dugaan tindak pidana lingkungan…
Bengkulu – AswinNews.com —Mencuatnya kabar pegawai Kelurahan Malabro tidak menerima gaji selama tiga bulan memicu…
Purwakarta Aswinnews.com– Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan hari ulang tahun (milad) ke-47 Bunda…
Kediri -aswinnews.com- Sisawa Kelas XI tehnik Pengelasan dan Fabrikasi Logam ( TPFL ) 1 dari…
BANDA ACEH – AswinNews.com — Ada bentuk kerja yang tak membutuhkan sorak sorai, namun dampaknya…