🖊️ Penulis: Drs Isa Alima
📍 Editor: Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update
ACEH – AswinNews.com
Fenomena kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram atau “gas melon” kembali menyulut keresahan publik, khususnya di wilayah Pidie dan sejumlah daerah di Aceh. Menyikapi situasi ini, Ketua DPD Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh, Drs Isa Alima, mendesak pemerintah dan Pertamina untuk segera memberikan penjelasan terbuka terkait distribusi gas bersubsidi tersebut.
“Kami minta semua pihak yang berwenang—baik Pertamina, Pemerintah Daerah, maupun Dinas Terkait—menjelaskan secara jujur: kenapa gas melon bisa langka? Jangan biarkan rakyat kecil menderita tanpa kepastian,” ujar Isa dengan nada tegas, Selasa (8/7/2025).
Kelangkaan Bukan Masalah Teknis Semata, tapi Soal Keadilan Subsidi
Isa menilai kelangkaan ini bukan lagi soal teknis pasokan semata, tapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan serta kebijakan distribusi yang tidak tepat sasaran.
“Gas 3 kg adalah hak rakyat miskin. Kalau kelangkaan terus dibiarkan, ini bentuk pengkhianatan terhadap amanat subsidi. Negara harus hadir melindungi hak-hak rakyat,” imbuhnya.
Sebagai Ketua ASWIN Aceh, Isa juga menyuarakan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan gas melon oleh pihak-pihak yang tidak berhak, seperti rumah makan besar atau pelaku usaha komersial.
“Kami minta kejelasan: jenis usaha apa yang memang boleh menggunakan gas subsidi? Jangan sampai warung kecil bersaing dengan kafe besar yang pakai gas yang seharusnya untuk warga tidak mampu,” tegasnya.
Minta APH Tindak Tegas Penimbun dan Spekulan
Lebih lanjut, Isa meminta aparat penegak hukum (APH) segera menyelidiki kemungkinan adanya praktik penimbunan atau permainan harga oleh distributor dan pengecer nakal. Ia menyebut praktik tersebut sebagai bentuk “pengkhianatan terhadap keadilan sosial.”
“Kalau terbukti ada yang menimbun atau menyalahgunakan distribusi gas 3 kg, proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujarnya tegas.
Dorong Evaluasi Distribusi dan Pengawasan Subsidi
PBN Aceh juga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi gas elpiji subsidi, termasuk pendataan ulang penerima manfaat, sosialisasi, serta kontrol harga di lapangan.
“Tanpa pengawasan, subsidi bisa disalahgunakan. Ini harus jadi peringatan untuk memperbaiki sistem. Pemerintah jangan menunggu sampai rakyat turun ke jalan,” tambah Isa.
Ajak Semua Pihak Kawal Amanah Negara
Di akhir pernyataannya, Isa mengajak masyarakat sipil, media, dan organisasi kemasyarakatan untuk turut mengawal distribusi gas subsidi agar tepat sasaran.
“Gas 3 kg bukan barang mewah, tapi kebutuhan pokok. Mari kita jaga amanah ini bersama. Jangan biarkan tangan-tangan kotor mencurinya dari rakyat yang paling membutuhkan,” pungkasnya.
Redaksi AswinNews.com
![]()
