🖋️ Reporter: Bang Hambali
📍 Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update
📍 Batu Bara, 7 Juli 2025
BATU BARA — Jumlah kasus HIV-AIDS di Kabupaten Batu Bara menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 83 orang telah terkonfirmasi positif HIV. Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batu Bara, H.M. Hidayat, menyatakan keprihatinan mendalam dan menyerukan penanganan serius oleh pemerintah daerah.
“Ini sangat memprihatinkan. Kita tidak boleh mengabaikan persoalan ini karena menyangkut masa depan generasi. Selain aspek medis, ini juga terkait dengan moral dan akhlak umat,” ujar Hidayat.
Menurutnya, Islam secara tegas melarang perilaku zina dan hubungan sesama jenis (LGBT), yang disebut sebagai salah satu faktor utama penyebaran HIV, selain penggunaan narkoba melalui jarum suntik yang tidak steril.
“Allah sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an tentang larangan zina. Apalagi zaman sekarang, pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba menjadi pintu masuk berbagai penyakit. Maka umat harus kembali ke nilai-nilai agama dan menjauhi maksiat,” lanjutnya.
Faktor Risiko dan Penanganan oleh Dinkes
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, Budi Jurnaman Sinaga, membenarkan bahwa peningkatan kasus tahun ini didominasi oleh hubungan sesama jenis pria (LSL). Dari tabel pemantauan yang dimiliki pihaknya, tren kasus terus bertambah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sebagian besar kasus tertular melalui hubungan seksual sesama lelaki, serta penggunaan alat suntik narkoba yang dipakai bergantian,” ungkap Budi.
Pihak Dinas Kesehatan menangani pasien HIV secara rahasia melalui tim konselor yang sudah dilatih. Pengobatan menggunakan terapi antiretroviral (ARV) juga telah diberikan secara rutin untuk menekan perkembangan virus.
Namun demikian, menurut Budi, penanganan sering terhambat karena kurangnya keterbukaan dari para pasien.
“Banyak dari mereka menolak terbuka atau enggan menyebutkan siapa saja yang pernah kontak. Pendekatan harus ekstra hati-hati dan memakan waktu,” tambahnya.
MUI Desak Pemerintah Ambil Sikap Tegas
Ketua MUI Batu Bara juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan keresahan ini langsung kepada Bupati Batu Bara, namun belum ada tanggapan konkret.
“Kami sudah sampaikan lewat jalur komunikasi resmi. Ini darurat. Pemerintah daerah harus ambil peran lebih besar—bukan hanya dari sisi medis, tapi juga pendekatan moral, sosial, dan edukasi agama,” tegas Hidayat.
MUI berharap ada sinergi antara tokoh agama, pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan ini.
🔔 Catatan Redaksi:
Peningkatan kasus HIV bukan hanya tantangan kesehatan, tetapi juga tantangan sosial dan moral. Diperlukan pendekatan multi-sektor untuk menanggulangi masalah ini, dengan tetap mengedepankan edukasi, empati, dan penyembuhan, bukan stigma.
![]()
