Gubernur Aceh Konkretkan Peluang Investasi Timur Tengah: Fokus Pariwisata Halal hingga Infrastruktur Geurutee

🖋️ Penulis: Drs. Isa Alima, | Kontributor: Humas Pemprov Aceh
📍 Editor: Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update

JAKARTA — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mempertegas langkah konkret membuka pintu investasi dari kawasan Timur Tengah ke Aceh melalui forum dialog eksklusif bersama sejumlah Duta Besar negara sahabat. Dialog berlangsung hangat dan strategis di Emirati House, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam, 5 Juli 2025.

Acara ini diprakarsai oleh Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, dan dihadiri oleh Dubes Bahrain Ahmed Abdulla Alharmasi Alhajeri, Dubes Yordania Sudqi Attallah Al Omoush, Dubes Palestina Zuhair Al-Shun, serta Dubes Bosnia dan Bulgaria.

“Kami ingin membangun sinergi investasi yang konkret dan berkelanjutan dari negara-negara Timur Tengah untuk percepatan pembangunan di Aceh,” ujar Gubernur Mualem dalam sambutannya.

Agenda Investasi Konkret: Oktober 2025, Delegasi Timur Tengah ke Aceh

Salah satu hasil utama dialog tersebut adalah rencana kunjungan langsung para Duta Besar dan calon investor dari Timur Tengah ke Aceh pada Oktober 2025. Kunjungan ini ditujukan untuk meninjau langsung potensi investasi lintas sektor di sejumlah wilayah strategis Aceh.

Menurut Mualem, Aceh memiliki posisi unik sebagai wilayah berbudaya Islam dengan potensi sumber daya alam yang melimpah dan stabilitas politik yang semakin kuat pasca-perdamaian.

Fokus: Pariwisata Halal dan Infrastruktur Global

Gubernur menegaskan bahwa Aceh kini siap menjadi kawasan investasi halal berkelas dunia. Salah satu konsep yang ditawarkan adalah pembangunan Halal Tourism Industrial Estates — kawasan industri pariwisata halal modern berstandar global yang tetap mengusung kearifan lokal.

“Kita akan dorong investasi infrastruktur dan industri halal — termasuk parfum, perikanan, dan pertanian — yang bahan bakunya melimpah di Aceh,” terang Mualem.

Lokasi prioritas mencakup empat pulau di Aceh Singkil, kawasan wisata unggulan Sabang, dan berbagai titik strategis lainnya.

Dari Migas ke Ekonomi Rill: Aceh Siap Diversifikasi

Lebih jauh, Mualem menekankan bahwa investasi ke Aceh tidak hanya bertumpu pada sektor migas, tetapi diarahkan ke sektor-sektor ekonomi riil yang memberikan dampak langsung ke masyarakat. Sektor perikanan, pariwisata, dan pertanian disebut sebagai tiga pilar utama dalam roadmap investasi 2025–2030.

“Kami tidak ingin ini hanya menjadi wacana, tapi investasi konkret yang langsung menyentuh rakyat,” tegasnya.

Tawaran Spesial: Infrastruktur Terowongan Geurutee

Di penghujung dialog, Gubernur Aceh juga secara khusus menawarkan proyek pembangunan terowongan Geurutee, yang diharapkan menjadi salah satu ikon konektivitas Aceh sekaligus simbol kerjasama internasional dalam bidang infrastruktur modern.

Pertemuan tersebut turut didampingi oleh tim khusus investasi Gubernur Aceh yang ditugaskan untuk menangani mitra dari kawasan Timur Tengah secara langsung.

“Kami melihat keseriusan para Duta Besar dalam membangun hubungan nyata dengan Aceh. Ini bukan hanya kunjungan kehormatan, tapi awal dari kemitraan jangka panjang,” pungkas Mualem optimis.


Redaksi AswinNews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *