Jangan Biarkan Mualem Sendiri: Aceh Harus Satu Suara Perjuangkan Dana Otsus Permanen

🖊️ Oleh: Drs. Isa Alima
📍 Ketua PBN, ASWIN Aceh ~Pemerhati Sosial, Budaya, dan Kepentingan Aceh
✍️ Editor: Kenzo ,| Redaksi AswinNews.com ~ Tajam, Terpercaya, Berimbang dan Ter-Update

BANDA ACEH, 4 Juli 2025 — Dalam forum resmi bersama para kepala daerah dan legislator asal Aceh di Jakarta, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus memperjuangkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) agar berlaku permanen.

Pernyataan ini bukan sekadar pidato formal. Ini adalah panggilan tanggung jawab moral dan politik bagi seluruh pemangku kepentingan di Aceh. Jangan biarkan Mualem berjuang sendiri. Jika suara Aceh ingin didengar oleh pemerintah pusat, maka seluruh elemen harus bersatu dan tegas menyuarakan hal yang sama: Dana Otsus Aceh harus dilanjutkan secara permanen.


Dana Otsus: Penopang Pembangunan, Harapan Rakyat

Selama lebih dari dua dekade, Dana Otsus telah menjadi urat nadi pembangunan Aceh. Ia membiayai infrastruktur, sektor pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa tanpa Dana Otsus, percepatan pembangunan Aceh akan sangat terhambat.

Namun kini, publik perlu sadar: berdasarkan ketentuan yang berlaku, Dana Otsus akan berakhir pada 2027. Tanpa langkah strategis dan perjuangan politik yang kuat dari seluruh komponen daerah, peluang untuk mempermanenkannya bisa hilang begitu saja.

Ini bukan soal hitung-hitungan anggaran belaka. Ini adalah soal masa depan Aceh, soal keberlanjutan perdamaian, keadilan sosial, dan kesempatan yang setara bagi anak-anak kita untuk hidup lebih baik di negeri sendiri.


Saatnya Satu Suara, Tanpa Sekat Politik

Perjuangan ini tidak akan berhasil jika hanya diemban oleh satu orang, satu lembaga, atau satu kelompok politik. Kepala daerah, DPRK, DPRA, DPR RI, dan DPD RI asal Aceh harus duduk dalam barisan yang sama. Harus ada satu suara yang bulat, tanpa gangguan ego sektoral atau sekat kepentingan sesaat.

Pemerintah Pusat tidak akan percaya pada suara yang tercerai-berai. Sebaliknya, jika Aceh bersatu, bersuara lantang dan beretika, maka pusat akan lebih terbuka untuk mendengar.

Kita tidak sedang berhadapan atau menentang negara. Kita mengajukan hak dan aspirasi secara konstitusional, dengan semangat tanggung jawab sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Memperjuangkan Demi Rakyat, Bukan Elite

Sebagai Ketua PBN dan ASWIN, saya ingin menegaskan: perjuangan Dana Otsus ini bukan untuk elite, bukan untuk pejabat, tapi untuk rakyat. Untuk petani di perbukitan, nelayan di pesisir, guru-guru di pedalaman, dan anak-anak yang bercita-cita tinggi di sekolah-sekolah Aceh.

Bila Dana Otsus dihentikan, mereka yang paling terdampak. Dan bila perjuangan ini gagal karena kita tidak bersatu, maka kita semua akan menjadi saksi bisu dari ketidakadilan berikutnya yang dibiarkan.


Mari Bangkit, Mari Bersatu

Maka dari itu, saya mengajak seluruh tokoh dan pemimpin daerah, perwakilan rakyat, ulama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat Aceh:

📢 Jangan biarkan Mualem sendiri.
📢 Jangan biarkan Aceh kehilangan haknya.
📢 Jangan biarkan Dana Otsus menjadi masa lalu.

Mari berdiri bersama. Satu niat. Satu suara. Satu langkah.
Demi Dana Otsus permanen dan masa depan Aceh yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.


🖋️ Redaksi AswinNews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *