🖊️ Reporter: Hambali
📍 Majalengka – 2 Juli 2025
🗞️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update
Langkat, Sumatera Utara — AswinNews.com
Bermodal sorban putih dan bahasa agama yang meneduhkan, seorang pria yang dikenal dengan nama “Abah Jin” menebar ilusi penggandaan uang kepada masyarakat ekonomi lemah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tak sedikit yang percaya. Tak sedikit pula yang kehilangan. Dalam laporan investigasi tim AswinNews, praktik ini bukan sekadar penipuan biasa, melainkan penyimpangan berkedok spiritual yang sistematis, berbahaya, dan berpotensi lintas provinsi.
“Saya setor uang tahap awal Rp3 juta. Katanya untuk buka aura rezeki. Lalu naik jadi Rp10 juta, sampai akhirnya lebih dari Rp50 juta. Janjinya balik Rp5 miliar. Sampai sekarang, lenyap,” kata seorang korban di Kecamatan Wampu yang kini enggan berbicara terbuka karena trauma.
Ilusi, Ritual, dan Janji Kosong: Modus Lama dengan Kemasan Baru
Berdasarkan penelusuran lapangan, Abah Jin mempraktikkan pola penipuan klasik yang dibungkus kemasan agama modern. Ia mengklaim punya “karomah” atau kelebihan spiritual berupa kemampuan menggandakan uang, namun harus disertai “mahar” atau “tebusan spiritual” sebagai syarat ritual.

Trik-trik yang dilakukan mencakup:
- Menarik lembaran uang dari kertas kosong
- Membuka karung yang disebut berisi “uang goib”
- Menampilkan efek teatrikal seperti asap dan suara misterius dari kotak kayu
Aksi tersebut dilakukan dalam suasana penuh simbol keagamaan, diiringi bacaan doa, ayat, dan dzikir agar lebih meyakinkan. Tak hanya itu, beberapa warga bahkan mengaku diminta tidak mengungkap kepada siapa pun karena “proses spiritual bisa batal”.
“Dia seperti penceramah kondang. Tapi ternyata hanya ilusi dan kepalsuan,” ungkap seorang tokoh masyarakat Langkat.
Jaringan Bergerak Senyap, Identitas Ganda dan Padepokan Fiktif

Investigasi AswinNews menemukan bahwa pelaku menggunakan identitas ganda dan berpindah-pindah lokasi. Salah satu alamat yang diberikan adalah Kampung Duren RT 005 RW 003, Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Namun saat ditelusuri, alamat tersebut tidak mencerminkan keberadaan padepokan maupun aktivitas keagamaan.
Tim juga mendeteksi jejak digital sang pelaku, namun semua akun media sosialnya telah dinonaktifkan setelah kasus ini mencuat. Ia disebut sudah mengulangi aksinya di beberapa wilayah di Jawa Barat dan kini diduga masuk ke Sumatera sebagai target baru.
“Kami curiga ini bukan satu orang saja. Kemungkinan ada jaringan yang bantu menyebarkan,” kata seorang penggiat hukum dari Majalengka yang juga mengikuti jejak kasus ini.
Modus Psikologis: Menjebak Lewat Rasa Iman

Pakar psikologi sosial menilai praktik ini bermain di wilayah bawah sadar keimanan masyarakat, terutama yang sedang dalam kesulitan ekonomi.
“Ketika seseorang terdesak, agama bisa jadi pegangan sekaligus celah. Penipu seperti ini membaca celah itu dan memanipulasinya,” jelas Dr. Farida Hasyim, psikolog forensik di Jakarta.
Abah Jin bukan hanya menipu secara finansial, tetapi juga merusak sendi-sendi kepercayaan umat, dengan membawa simbol agama sebagai tameng. Ini yang membuat kasus ini lebih berbahaya dari sekadar penipuan uang biasa.
Desakan untuk Polisi Bertindak Tegas
Hingga kini belum ada penangkapan, meski korban mulai bermunculan. Warga mendesak Polres Langkat dan Polda Sumut segera turun tangan, karena modus ini sudah menelan kerugian ratusan juta rupiah dan diperkirakan bisa meluas jika tidak dihentikan segera.
“Kalau tidak cepat ditangkap, dia akan pindah ke daerah lain, dengan nama dan cerita baru. Polisi jangan diam,” tegas seorang ketua RT di Kelurahan Gohor Lama.
Wartawan dan Masyarakat: Garda Terdepan Penelusuran
AswinNews membuka hotline pengaduan untuk masyarakat yang merasa pernah menjadi korban atau memiliki informasi seputar pergerakan Abah Jin. Investigasi ini akan terus berlanjut hingga pelaku utama dan jaringan pendukungnya terungkap.
CATAT & SEBARKAN
Jika Anda mengenali ciri-ciri pelaku atau pernah melihat aktivitas serupa:
📍 Nama sebutan: Abah Jin
📍 Ciri: Berjubah, bersorban, berpura-pura ulama sakti
📍 Domisili terakhir: Kampung Duren RT 005/003, Desa Mulyasari, Cilaku – Cianjur (DIDUGA PALSU)
📞 Hubungi Redaksi AswinNews: aswinnewsofficial@gmail.com
📱 WA Hotline Investigasi: 0822-XXX-XXXX
📌 Keadilan tidak datang dari langit. Ia perlu diperjuangkan. Jika Anda tahu, bersuara. Jika Anda korban, lawan. Kami siap mendampingi.
📰 AswinNews – Suara Rakyat, Mata Hukum.
![]()
