✍️ Oleh: Drs. M. Isa Alima
Ketua Patriot Bela Nusantara (PBN) & Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Aceh
📍 Editor: Kenzo | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
LANGSA, 27 Juni 2025 — Atmosfer edukatif dan inspiratif menyelimuti Wisma Meuligoe PTP IV Regional VI Kota Langsa pada Kamis pagi (26/6/2025). Ratusan jurnalis dari seluruh kabupaten/kota di Aceh berkumpul dalam sebuah hajatan besar: Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) — sebuah momentum krusial meneguhkan profesionalisme pers di era disrupsi informasi.
Namun yang paling menyita perhatian adalah hadirnya Mahmud Marhaba, S.Pd., M.I.Kom., Ketua Umum Pro Jurnalis Media Siber (PJS), yang tampil sebagai pemateri utama. Paparannya tak sekadar menyampaikan teori jurnalistik, tetapi menyentuh akar etik, karakter, hingga tantangan aktual yang dihadapi wartawan masa kini.

Dengan gaya penyampaian yang lugas, sistematis, dan berwibawa, Mahmud Marhaba menegaskan kembali esensi wartawan sebagai penjaga nurani publik, bukan sekadar pencari klik atau pemburu sensasi.
Salah satu peserta yang memberikan apresiasi mendalam adalah Drs. M. Isa Alima, tokoh pers Aceh sekaligus Ketua PBN dan ASWIN Aceh.
“Paparan beliau luar biasa. Ini bukan hanya pelatihan, tapi ruang penyadaran bagi kami tentang tanggung jawab moral seorang jurnalis. Kami di Aceh sangat beruntung bisa menerima langsung ilmu dari tokoh nasional yang berintegritas seperti beliau,” ujar Isa Alima usai sesi pelatihan.
Dukungan Pemerintah dan Sinergi Literasi

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten I Pemerintah Kota Langsa (mewakili Wali Kota) itu mendapat sambutan antusias. Pemerintah menilai pelatihan ini sebagai bagian dari penguatan pilar demokrasi — menjadikan pers tak hanya bebas, tetapi juga bertanggung jawab, berwawasan, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritik, tetapi juga sangat aplikatif. Peserta mengikuti diskusi interaktif, praktik jurnalistik, hingga simulasi UKW yang ketat — menegaskan bahwa uji kompetensi bukan sekadar formalitas, tapi saringan integritas dan kualitas.
Isa Alima dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya keberlanjutan pelatihan semacam ini, terutama di wilayah yang masih menghadapi ketimpangan literasi media dan terbatasnya akses pelatihan profesional.
“Jika kita ingin menciptakan masyarakat yang cerdas, maka persnya harus lebih dulu tercerahkan. Dan pelatihan seperti ini adalah jembatan menuju cita-cita itu,” tegasnya.
Menuju Pers yang Merdeka dan Bermartabat
Di penghujung kegiatan, semangat membangun media yang kuat, jujur, dan bertanggung jawab kembali digaungkan. Para jurnalis sepakat bahwa kompetensi bukan hanya soal teknik menulis berita, tetapi tentang bagaimana menjaga marwah profesi dan kepercayaan publik di tengah arus informasi tak terbendung.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa wartawan sejati bukan hanya bekerja dengan pena dan kamera, tetapi juga dengan nurani dan etika.
“Pers bukan sekadar profesi, tapi amanah sejarah. Dan hari ini, kita telah menyaksikan satu langkah maju menuju masa depan jurnalistik yang lebih bermartabat,” tutup Isa Alima.
📌 Catatan Redaksi:
ASWINNEWS mendukung penuh setiap langkah peningkatan kapasitas dan integritas wartawan di seluruh pelosok negeri. Karena dari ruang berita yang berkualitas, lahir peradaban yang tercerahkan.
![]()
