🖊️ Penulis: RPL |
📍 Laporan: Tim Investigasi
🗞️ Editor: Kenzo | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Belu, NTT – Suara lantang para pejuang Seroja 1975/1976 menggema di depan Polres dan DPRD Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (25/6/2025). Ratusan orang dari Aliansi Pejuang Seroja 1975/76 menggelar aksi damai menuntut keadilan atas dugaan manipulasi status veteran dan pemerasan yang diduga dilakukan oleh Stefanus Atok Bau, mantan Ketua LVRI Cabang Belu.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah puncak akumulasi kekecewaan panjang terhadap aparat penegak hukum yang dianggap pasif, dan pemerintah yang dinilai tutup mata atas penderitaan pejuang sejati yang telah rela mempertaruhkan nyawa demi Merah Putih.
Sejak 2013, Stefanus Atok Bau telah dilaporkan dalam tiga perkara besar:
Namun hingga kini, tak satu pun kasus tersebut menemui kejelasan hukum. Padahal, Stefanus sempat ditetapkan sebagai tersangka pada 2016. Namun SP2HP dari Polres Belu tahun 2019 menyebut “belum cukup bukti”. Aliansi menilai hal ini sebagai bentuk pembiaran sistemik yang mencederai keadilan dan semangat perjuangan.
Data yang dibawa massa menunjukkan bahwa selama 2010–2014, Stefanus diduga merekrut ribuan “veteran” tanpa proses resmi Kementerian Pertahanan dan tanpa sepengetahuan Minvetcad Denpasar. Berkas disinyalir langsung dikirim dari Belu ke Jakarta.
Hasil verifikasi internal mengungkap 2.833 nama mencurigakan yang diduga bukan pejuang Seroja. Mereka bahkan diduga memalsukan umur lewat proses pengadilan untuk memperoleh SK veteran, menggunakan tanggal rekrutmen fiktif 12 Juli 2009.
Beberapa nama yang disorot:
Aliansi juga mengkritisi hasil sidang kode etik DPP LVRI pada 12–13 Juni 2025 yang dinilai melindungi Stefanus. Mereka mendesak Ketua Umum LVRI mencabut putusan tersebut.
Tak hanya itu, mereka menyebut dugaan adanya gratifikasi Rp20 juta kepada panitera PN Belu dalam proses perdata untuk “melegalkan” status veteran Stefanus, memperparah krisis kepercayaan terhadap institusi hukum.
Kodim 1605 sendiri telah menyiapkan ruangan resmi di sebelah koperasi militer, sebagai bentuk dukungan terhadap para pejuang sah.
Dalam orasinya, Mariono, tokoh senior dalam aksi ini menyampaikan pesan keras:
“Jika Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri tak segera menuntaskan kasus ini, maka kami akan menegakkan keadilan dengan cara kami sendiri. Demi nama baik para pejuang yang telah gugur.”
Investigasi ini bukan hanya soal status hukum seseorang, tetapi tentang integritas sejarah bangsa, hak pejuang, dan pertanggungjawaban negara terhadap warisan perjuangan. Redaksi AswinNews.com membuka ruang hak jawab bagi pihak yang disebut dalam berita ini untuk memberikan klarifikasi resmi demi keberimbangan informasi, sesuai amanat UU Pers No. 40 Tahun 1999.
đź“® Silakan hubungi redaksi melalui email: redaksi@aswinnews.com
Kota Langsa – Aswinnews. comGema lantunan Dala'il Kairat iringi pembukaan Festival Santri Kota Langsa Meuseuraya…
Prof. T.M. Jamil: Surat Mualem ke Presiden Sudah Tepat, Namun Aceh Butuh Diplomasi Politik yang…
Indramayu – AswinNews.com — Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Cabang Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan Pembinaan Klinik…
Indramayu – AswinNews.com — TK Bustanul Athfal menggelar acara Pelepasan dan Perpisahan Peserta Didik Angkatan…
Indramayu – AswinNews.com — Penyerahan Hasil Belajar Siswa (Rapor) Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 di…
Pontianak – AswinNews.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Wartawan Internasional (DPD ASWIN) Kalimantan Barat,…