“Football is Back!”: Komunitas PT Metro dan PT Qutty Gairahkan Sepak Bola Purwakarta Lewat Launching Jersey & Fun Match

🖊️ Reporter: Kang Yos
📍 Kontributor: Komunitas Pencinta Sepak Bola Purwakarta
🗞️ Editor: Kenzo | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

PURWAKARTA — Di tengah lesunya gairah kompetisi lokal, komunitas pencinta sepak bola dari dua perusahaan swasta, PT Metro Pearl Indonesia dan PT Qutty Karunia, menggebrak Stadion Purnawarman, Minggu (22/6/2025), dengan menggelar Launching Jersey & Fun Football Match yang menyedot antusiasme puluhan legenda sepak bola Purwakarta.

Kegiatan yang diberi tajuk Fun Football Launching Jersey Legend 40+ ini diikuti lima tim lokal:
Metro Legend FC
Harapan Muda FC
Bunga FC
Buciper FC
KW FC
Dengan kejutan manis:

Juara 1 HARAPAN MUDA Jatiluhur
Juara 2 KW FC PKERED
Juara 3 BUNGA FC Jatiluhur.


“Bukan Sekadar Bola, Ini Ajakan untuk Bangkit”

Di balik selebrasi jersey baru dan duel persahabatan di lapangan, acara ini menyuarakan keresahan yang mendalam: terpuruknya prestasi Persipo Purwakarta, klub kebanggaan masyarakat yang kini seolah redup di pentas sepak bola nasional.

“Kami adalah komunitas pencinta sepak bola dari lingkungan kerja dua perusahaan. Kami ingin menghidupkan kembali semangat sepak bola di Purwakarta—dari lapangan, bukan hanya dari wacana,” tegas H. Namami, ketua panitia pelaksana, saat diwawancarai AswinNews.com di sela pertandingan.


“Persipo Butuh Nafas Baru”

Hal serupa disampaikan Amsori, koordinator pertandingan, yang mengkritik kondisi stagnan klub kebanggaan Purwakarta itu.

“Sangat disayangkan, prestasi Persipo malah kian merosot. Mungkin persoalannya bukan cuma soal pemain, tapi juga soal manajemen dan dukungan dari pemda yang minim arah,” ujarnya lugas.

Amsori juga mendorong agar acara semacam ini tak berhenti pada seremoni. Ia berharap akan lahir jaringan pelatihan, scouting, dan pembinaan bakat usia muda secara konsisten.


Membangun dari Komunitas: Bukti Gerakan Akar Rumput

Berbeda dari event sepak bola formal yang banyak bergantung pada sponsor besar, inisiatif komunitas ini dibangun dari kesadaran akar rumput: para pekerja perusahaan, pecinta olahraga, dan eks pemain senior yang menolak diam.

“Legend 40+ bukan sekadar nostalgia. Ini cara kami menjaga semangat, sembari memberi contoh ke generasi muda bahwa sepak bola itu perjuangan dan loyalitas,” tambah Namami.


Harapan untuk Purwakarta: Dari Purnawarman ke Masa Depan

Acara ditutup dengan penyerahan piala simbolik kepada juara dan ramah tamah antar pemain, tokoh, dan pendukung. Sorak tawa mewarnai suasana yang menunjukkan: sepak bola tetap hidup di hati rakyat Purwakarta, meski Persipo tengah kehilangan arah.

“Kami tidak menunggu perubahan dari atas. Kami yang memulai duluan. Karena sepak bola milik semua, bukan segelintir elit,” tutup Amsori.


📌 Catatan Redaksi:
AswinNews.com mendorong agar Pemkab Purwakarta, KONI, dan Dispora segera duduk bersama dengan komunitas-komunitas semacam ini untuk menghidupkan kembali ekosistem sepak bola daerah secara transparan dan berkelanjutan.


📬 Kirim opini dan suara Anda ke: redaksi@aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *