Ateng Sutisna Menangis di Tengah Lautan Solidaritas Palestina: “Ini Bukan Lagi Soal Agama, Ini Luka Kemanusiaan Dunia!”

🖊️ Reporter: Aris
📍 Kontributor: Fraksi PKS DPR RI
🗞️ Editor: Kenzo | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

SUBANG, 22 Juni 2025 — Ribuan warga Subang tumpah ruah memenuhi Alun-alun Kabupaten, bukan untuk merayakan hari besar atau pesta politik, melainkan menggelar solidaritas kemanusiaan bagi Palestina. Di tengah massa yang berduka dan berdoa, suara lantang nan emosional datang dari Anggota DPR RI Fraksi PKS, H. Ateng Sutisna—yang tak kuasa membendung air mata.

Anak-anak Palestina berhak bermain di halaman rumah mereka, bukan berlari menghindari rudal!” seru Ateng, menggema di udara yang kian dipenuhi isak tangis dan takbir. Bersama aktivis kemanusiaan Elita Budiarti, keduanya menyaksikan tayangan video kekejaman yang dilakukan oleh pasukan zionis Israel terhadap warga sipil Palestina.


Luka 77 Tahun Itu Bernama Penjajahan

Ateng Sutisna tidak sekadar berbicara. Ia mengadukan nurani dunia. Dalam orasinya, ia menyingkap tragedi 77 tahun penjajahan di tanah Palestina sebagai bukti kebungkaman global yang tidak lagi bisa ditoleransi.

Perang dunia harus dihapuskan karena tidak berperikemanusiaan dan tidak berkeadilan. Diam adalah bentuk persetujuan terhadap penjajahan,” tegasnya lantang di atas panggung yang berubah menjadi mimbar nurani.

Aksi damai ini mengangkat semangat perjuangan anti-penjajahan yang juga pernah diusung bangsa Indonesia. Tak heran jika massa yang hadir bukan hanya dari Subang kota, tapi juga datang dari berbagai kecamatan hingga pelosok desa.


DPR Harus Lantang, Pemerintah Tak Boleh Bungkam

Dalam wawancara eksklusif usai aksi, Ateng mendesak agar Pemerintah Indonesia mengambil sikap diplomatik yang lebih tegas. Ia menyerukan agar suara Indonesia di forum internasional tidak hanya simbolik, melainkan konkret dalam mendesak penghentian genosida di Gaza dan pencabutan blokade di Tepi Barat.

“Jika kita pernah menolak apartheid, maka hari ini kita wajib menolak normalisasi kekejaman. Palestina butuh kita sekarang, bukan nanti,” ujar Ateng penuh semangat.


Solidaritas dari Subang: Bukti Nurani Bangsa Belum Mati

Sorak takbir, doa, dan nyanyian “Free-Free Palestine!” menggema sebagai penutup, tapi pesan yang tersisa jauh lebih dalam: dunia bisa bisu, tapi rakyat Indonesia tidak. Aksi ini bukan yang pertama, dan Ateng Sutisna memastikan ini bukan yang terakhir.

Rakyat Indonesia bersama kalian! Bukan hanya hari ini, tapi sampai kalian merdeka dan Al-Quds bebas dari penjajahan!” tutup Ateng disambut tepuk tangan membahana dan pekikan, “Hidup solidaritas kemanusiaan!”


📌 Catatan Investigatif Redaksi:

Berdasarkan pantauan lapangan dan penelusuran AswinNews.com, aksi damai ini dilakukan tanpa unsur provokasi, murni panggilan nurani. Kami juga mencatat bahwa gelombang aksi serupa tengah menjalar ke berbagai daerah seperti Bandung, Makassar, dan Pekanbaru. Indonesia bergerak—bukan karena politik, tapi karena kepedulian universal yang ditanamkan sejak konstitusi ini berdiri: bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.


[www.aswinnews.com/solidaritaspalestina-subang]
📮 Sampaikan opini atau donasi untuk Palestina melalui kanal kemanusiaan resmi yang terverifikasi.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *