Pasien Meninggal karena Alat Medis Rusak, Anggota DPRD Sulut Semprot RSUP Kandou di Paripurna

Penulis: Michael Hontong | Editor: Kenzo
AswinNews.com — Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya, dan Ter-Update

MANADO — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang digelar pada Selasa (10/6/2025) mendadak memanas ketika Anggota DPRD Sulut, Henry Walukow, menyampaikan interupsi tajam di tengah pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2025–2044.

Di hadapan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, jajaran Forkopimda, dan para legislator lainnya, Walukow menyoroti kasus meninggalnya Gabriel Sineleyan, pasien yang dirawat selama dua bulan di RSUP Prof. Kandou Manado.

“Sangat disayangkan, sampai ajal menjemput, alat medis untuk operasi bedah di RSUP Kandou belum juga diperbaiki. Ini sungguh memilukan,” tegas Walukow, anggota Komisi I DPRD Sulut.

Ia mendesak Dinas Kesehatan Provinsi untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas kesehatan di Sulawesi Utara, khususnya terkait ketersediaan dan kesiapan alat medis.

“Ini tamparan keras bagi pelayanan publik kita. Jangan sampai ada lagi warga yang kehilangan nyawa hanya karena alat medis rusak,” katanya dengan nada geram.

Gubernur Selvanus: Kepemimpinan Kandou Lemah, Akan Kami Koordinasikan ke Pusat

Menanggapi interupsi tersebut, Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyampaikan empatinya atas kejadian yang telah viral di media sosial itu. Meskipun RSUP Kandou berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, ia menyatakan akan segera berkoordinasi secara vertikal.

“Saya sudah banyak mendengar masalah di RSUP Kandou. Walaupun ini bukan kewenangan provinsi, kami akan panggil manajemen rumah sakit dan minta klarifikasi,” ujar Selvanus.

Gubernur juga menyoroti lemahnya kepemimpinan di RSUP Kandou sebagai salah satu akar masalah dalam buruknya pelayanan.

“Saya melihat manajemen di sana sangat lemah. Ini harus segera dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.

Catatan Redaksi

Kasus Gabriel Sineleyan membuka tabir krisis sistemik dalam layanan kesehatan rujukan di Sulawesi Utara. Diperlukan sinergi antara DPRD sebagai pengawas anggaran dan kebijakan, serta pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi koordinasi lintas instansi dengan pusat. Jangan sampai nyawa warga kembali melayang hanya karena abainya sistem manajemen rumah sakit.


Kartolo

Recent Posts

“PROGRAM JUMPA BERLIAN” (Jumat Pagi Bersih Lingkungan) di SMAN 1 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya

Tasikmalaya – AswinNews.com — SMAN 1 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan sekolah…

1 jam ago

INFISA: Kemenlu RI Dituding Lamban Tangani Pemulangan 13 Pelaut WNI

JAKARTA – AswinNews.com — Indonesian Fisherman Association (INFISA) kembali menyuarakan desakan darurat kepada Pemerintah Republik…

3 jam ago

SMK Negeri 2 Subang Gelar Evaluasi Program Sekolah, Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Subang – AswinNews.com — SMK Negeri 2 Subang menggelar kegiatan evaluasi program sekolah yang melibatkan…

4 jam ago

MENANG SIDANG PUTUSAN SELA PAUD AL AMIN, PENGACARA DINI : TIDAK DALAM KATEGORI NE BIS IN IDEM.

Kuasa Hukum PAUD AL - Amin, Adv.Riski Dini Hasanah.S.H. memenangkan sidang putusan sela dalam perkara…

4 jam ago

FKUB Langkat Gelar Raker Strategis 2026-2031: Fokus pada Moderasi Beragama dan Deteksi Dini Konflik

PARAPAT – AswinNews.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Langkat bergerak cepat mengawali masa…

5 jam ago

Drs. Isa Alima Puji Capaian Gemilang BNNP Aceh: 65 Kg Narkoba Diungkap, Putra Aceh Ukir Prestasi Nasional

BANDA ACEH – AswinNews.com — Drs. Isa Alima menyampaikan pujian dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh…

5 jam ago