Ridho Slank Desak Pemerintah Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat: “Bukan Cuma Indah, Tapi Menyumbang Oksigen Dunia”

Selasa, 10 Juni 2025
Laporan Jurnalis: Agus / Tog
Editor: Kenzo | Redaksi: Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update

JAKARTA — ASWINNEWS.COM – Sorotan publik kembali mengarah ke Raja Ampat, Papua Barat, bukan karena panorama surgawi yang mendunia, tetapi akibat kabar aktivitas tambang nikel yang mengancam kelestarian kawasan wisata kelas dunia tersebut. Protes keras pun bermunculan dari masyarakat, aktivis lingkungan, hingga para figur publik.

Salah satu suara lantang datang dari gitaris band legendaris Slank, Muhammad Ridwan Hafiedz, atau akrab dikenal Ridho Slank. Melalui akun Instagram pribadinya, @ridho_hafiedz, ia menyampaikan kecaman terhadap pemerintah atas dugaan pembiaran terhadap kerusakan lingkungan di Raja Ampat.

“Pemerintah bukan gak tau, tapi gak mau tau. Mereka tau kalo Raja Ampat adalah destinasi wisata dunia, dari laut dan hutannya. Harusnya kita bangga menyumbang oksigen untuk dunia,” tulis Ridho dalam unggahannya, Senin (9/6).

Kritik Tajam: “Mental Miskin dan Serakah”

Dalam narasinya, Ridho menyesalkan pendekatan pemerintah yang lebih mementingkan keuntungan jangka pendek dari hasil tambang, dibandingkan nilai ekologis dan ekonomi jangka panjang yang bisa diberikan Raja Ampat.

“Memang susah kalau ngomong sama orang yang mentalnya miskin dan serakah. Nikel ternyata lebih penting daripada menjaga kekayaan alam yang nantinya akan bernilai jauh lebih tinggi dari apa yang mereka dapat sekarang,” sindirnya.

Ridho juga menegaskan bahwa Raja Ampat bukan sekadar aset visual, tapi juga paru-paru dunia yang menyumbang oksigen dan keanekaragaman hayati laut dan daratan tropis yang langka. Baginya, merusak ekosistem Raja Ampat sama dengan menghancurkan masa depan Indonesia dalam industri pariwisata berkelanjutan.

Seruan Tegas: Stop Tambang untuk Selamanya

Mengutip keprihatinan para ilmuwan lingkungan, Ridho menegaskan bahwa sekali kerusakan terjadi, tidak ada jalan kembali. Oleh karena itu, ia menyerukan penghentian total aktivitas tambang di kawasan tersebut.

“Menurut gue, untuk Raja Ampat, nggak ada kata ‘sementara tambang dihentikan’, tapi untuk selamanya,” tegasnya.

Ancaman Nyata bagi Surga Laut Dunia

Raja Ampat dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia, rumah bagi ratusan jenis karang dan ribuan spesies ikan. Aktivitas pertambangan, jika tidak diawasi ketat, berpotensi merusak terumbu karang, mencemari air laut, serta menghancurkan keseimbangan ekosistem yang selama ini menopang kehidupan masyarakat lokal.

Saat suara dari seniman seperti Ridho Slank mulai menggema, harapan pun tumbuh agar pemerintah membuka mata dan telinga terhadap kegelisahan rakyat. Karena menyelamatkan Raja Ampat bukan hanya tentang menyelamatkan wisata, tetapi menjaga warisan bumi untuk generasi mendatang.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *