Misteri Kerangka di Perkebunan Sawit Terungkap: Abdul Rahman Dibunuh Secara Sadis oleh Tiga Pemuda

Tapanuli Selatan, AswinNews.com – Polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan di area perkebunan sawit milik warga di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Korban diketahui bernama Abdul Rahman Pohan (27), warga Jalan Sutan M Arif, Gang Mesjid, Kelurahan Batang Ayumi Julu, Kota Padangsidimpuan.

Kasus yang sempat menghebohkan masyarakat ini memasuki babak baru setelah tiga pemuda berinisial AN, NW, dan AHR ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Identitas mereka terungkap melalui penyelidikan intensif pihak kepolisian, yang juga menyita sejumlah barang bukti dan mengungkap kronologi kejadian secara detail.

Dibunuh dan Dikubur di Tengah Kebun Sawit

Dalam konferensi pers pada Rabu (28/5/2025), Kapolres Tapsel AKBP Yasir Ahmadi menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Senin malam, 17 Maret 2025, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, para tersangka tengah duduk di teras rumah salah satu pelaku. Ketika korban melintas, ia dihentikan dan dituduh mencurigakan.

“Korban sempat diinterogasi dan dianiaya. Ia dipukul di wajah dan kaki, lalu tangannya diikat ke belakang sebelum dibawa ke area perkebunan sawit,” jelas Kapolres.

Aksi kekerasan berlanjut secara brutal. Salah satu pelaku, NW, menembakkan senapan angin jenis Neo Rambo ke tubuh korban — mengenai ulu hati, belakang telinga kiri, dan dahi. Setelah memastikan korban tak bernyawa, NW dan AHR mengubur tubuh korban di tempat kejadian.

Barang Bukti dan Pelaku Buron

Dari lokasi dan rumah para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:

  • 1 unit senapan angin merk Neo Rambo
  • 29 butir peluru
  • 1 cangkul bergagang kayu
  • 3 unit sepeda motor (Honda Blade, Honda Supra, Yamaha Vixion)

“Satu pelaku lainnya, berinisial MN, masih buron dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kami terus lakukan pengejaran,” tegas Kapolres Yasir.

Ketiga tersangka sempat mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap. Polisi pun terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur. Kini, mereka ditahan di Mapolres Tapsel untuk proses hukum lebih lanjut.

Respon Warga dan Komitmen Polisi

Peristiwa pembunuhan ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga Pardomuan. Salah seorang warga menyatakan, “Kami takut dan malu. Dulu kampung ini tenang, sekarang dikenal karena kasus pembunuhan.”

Pihak kepolisian berjanji akan menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

“Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya,” ujar Kapolres.

Konferensi pers turut dihadiri oleh Kasat Reskrim AKP Hardiyanto SH, MH, Kasi Humas AKP Maria Marpaung SE, MM, serta Kasat Sabhara AKP Tona Simanjuntak SH.


Penulis: Ibnu Agusmar
Editor: Kenzo
AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *