Winda, Bocah 10 Tahun di Majalengka Butuh Operasi Jantung: Ketika Desa Menutup Mata, Rakyat Bergerak

Majalengka, Aswinnews.com – Di tengah semarak pembangunan desa, seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Kabupaten Majalengka justru berjuang dalam senyap melawan penyakit jantung bawaan. Namanya Winda Nur Oktavia, warga Desa Gunung Wangi, Kecamatan Argapura, yang sejak lahir hanya bisa terbaring lemah karena penyakit serius yang menggerogoti tubuh kecilnya.

Ironisnya, selama satu dekade penderitaan itu berlangsung, keluarga Winda mengaku tak pernah mendapat perhatian maupun bantuan dari pemerintah desa setempat. Padahal, kondisi ekonomi orang tuanya, Didin dan istrinya, amat terbatas, bahkan tak sanggup membiayai operasi yang disarankan dokter untuk menyelamatkan nyawa putri mereka.

Foto kondisi Winda

“Kalau kambuh, seperti kambing disembelih. Napasnya tersengal, matanya sayu. Kami hanya bisa menangis,” tutur Didin, ayah Winda, saat ditemui di rumah sederhana mereka, Rabu, 9 Agustus 2023.

Didin menyatakan, sudah berkali-kali berusaha meminta bantuan ke pemerintah desa, namun tak pernah digubris. “Delapan tahun lebih kami menunggu uluran tangan dari desa, tapi tak sekalipun datang bantuan,” ucapnya dengan nada kecewa.


Pemerintah Desa Disorot: “Anggaran Ada, Tapi Kepedulian Nol”

Ketidakpedulian ini juga dikecam oleh tokoh pergerakan Majalengka, Saeful Yunus, S.E., M.M. Menurutnya, pemerintah desa telah gagal menjalankan tugas kemanusiaannya. “Kepala desa tak becus. Anggaran ada, PKH ada, tapi untuk satu anak yang butuh operasi saja tak bisa diurus?” katanya geram.

Saeful menyebutkan, jika dalam waktu dekat tidak ada tanggapan konkret dari Pemdes, dirinya akan menuntut pertanggungjawaban secara hukum dan publik. “Ini bukan soal politik. Ini soal kemanusiaan,” ujarnya tegas.


GMOCT Turun Tangan: Galang Dana untuk Winda

Kabar tentang Winda kemudian menyentuh hati Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT). Ketua Umum GMOCT, Agung Sulistio, menyerukan aksi solidaritas publik. “Kami mengajak seluruh masyarakat, donatur, dan siapa pun yang terketuk hatinya, mari bantu Winda mendapatkan pengobatan layak. Ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Asep NS, Sekretaris Umum GMOCT, juga mengecam keras sikap pasif pemerintah desa. “Jika benar Pemdes tak peduli, untuk apa ada pemerintahan desa? Apa fungsi mereka kalau bukan melayani rakyat?” tegas Asep.

GMOCT kini membuka penggalangan dana dan berharap pemerintah daerah turun tangan. Sebab, penyakit tak menunggu. Dan nyawa Winda, tak bisa ditunda.


#NoViralNoJustice | #SaveWinda | #WargaBergerak

Ketika institusi lalai, suara rakyat menjadi nyala harapan terakhir.


Editor: Kenzo | Redaksi: Aswinnews.com
Atas Dukungan GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *