KOTA TASIKMALAYA, AswinNews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya terus memperkuat upaya pencegahan tindak pidana korupsi melalui dunia pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang digelar di SMK Manangga Pratama Kota Tasikmalaya, Senin (20/7/2026), bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027.
Mengusung tema “Pendidikan Anti Korupsi: Membangun Generasi Muda yang Jujur, Berani, dan Berintegritas”, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi preventif Kejaksaan dalam menanamkan kesadaran hukum sekaligus membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Jaksa Fungsional Seksi Intelijen Kejari Kota Tasikmalaya, Irma Rahmawati, S.H., hadir sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa sikap antikorupsi tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti berlaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta berani menolak segala bentuk kecurangan.

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa diberi kesempatan berdialog dan menyampaikan pandangan mengenai berbagai perilaku yang berpotensi mengarah pada tindakan koruptif, termasuk praktik-praktik sederhana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan tersebut, nilai-nilai integritas diharapkan tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program Jaksa Masuk Sekolah merupakan salah satu program pembinaan masyarakat yang dijalankan Kejaksaan Republik Indonesia melalui Bidang Intelijen. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar sekaligus mendorong lahirnya generasi yang memahami hak dan kewajiban, serta memiliki kepedulian terhadap penegakan hukum dan nilai-nilai kebangsaan.
Upaya tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yang mendorong sekolah menanamkan nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas kepada peserta didik. Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga terus mengembangkan pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari strategi pencegahan korupsi sejak usia dini.

Kejari Kota Tasikmalaya menilai sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk membangun budaya antikorupsi. Dengan membiasakan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sejak bangku sekolah, diharapkan para pelajar tumbuh menjadi generasi yang memiliki integritas tinggi ketika kelak terjun ke masyarakat maupun dunia kerja.
Melalui Program Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Kota Tasikmalaya juga ingin mempererat kemitraan dengan dunia pendidikan. Kehadiran jaksa di sekolah bukan hanya memberikan pemahaman mengenai aturan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter agar para pelajar memiliki keberanian menjaga kejujuran dan menjauhi perilaku yang berpotensi melanggar hukum.
Komitmen tersebut selaras dengan semangat Adhyaksa Kota Tasikmalaya Nan RESIK, yang mengedepankan nilai Responsif, Efektif, Solutif, Integritas, dan Kolaboratif. Melalui berbagai program edukasi hukum, Kejari Kota Tasikmalaya berharap dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang sadar hukum, berkarakter kuat, serta mampu menjadi pelopor budaya antikorupsi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Penulis: Maztho
Sumber: Humas Kejari Kota Tasikmalaya l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
![]()
