Viral Dugaan Korban Klitih Di Treko Mungkid Magelang Ternyata Laka Tunggal

Magelang Aswinnews.com– Kabar viral di media sosial mengenai dugaan aksi klitih atau pembacokan di wilayah Desa Treko, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu malam (24/5/2026), dipastikan tidak benar. Setelah dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian, peristiwa tersebut diketahui merupakan kecelakaan tunggal.

Kapolsek Mungkid, Agus Prasetyo menjelaskan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan yang masuk melalui layanan call center 110 terkait adanya dugaan korban pembacokan di depan rumah Bidan Susilowati, Dusun Treko V, Desa Treko, Kecamatan Mungkid.

“Polsek Mungkid melalui call center 110 menerima adanya informasi peristiwa pembacokan di depan rumah Ibu Bidan Susilowati alamat Dusun Treko V Desa Treko Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang,” ujar AKP Agus Prasetyo.

Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan kondisi korban di Rumah Sakit Merah Putih. Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, korban ternyata mengalami luka akibat kecelakaan tunggal di wilayah Sawangan.

Korban berinisial AANM (18), warga Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, mengalami luka pada pelipis kanan dan kiri hingga harus mendapat jahitan, serta luka lecet pada kaki kiri.

Dari keterangan saksi berinisial FH (18), korban diketahui mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Jembatan Dusun Piyungan, Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan.

“Korban terluka akibat laka tunggal jatuh di jembatan Dusun Piyungan Desa Tirtosari Kecamatan Sawangan, selanjutnya korban dibawa ke bidan desa karena luka cukup serius,” jelas Kapolsek.

Informasi dugaan klitih sempat menyebar luas setelah sopir ambulans desa membuat status WhatsApp terkait penanganan korban pembacokan. Namun status tersebut segera dihapus setelah diketahui fakta sebenarnya.

Sopir ambulans Desa Treko berinisial S mengaku memperoleh informasi langsung dari korban yang menyebut dirinya menjadi korban pembacokan. Informasi itu kemudian ditulis dalam status WhatsApp sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat.

“Dalam hal ini yang bersangkutan sudah konfirmasi dan meminta maaf, sejak tadi malam berusaha melakukan klarifikasi bahwa kejadian tersebut bukan karena klitih atau pembacokan tetapi dikarenakan laka tunggal,” terang AKP Agus Prasetyo.

Hasil penelusuran polisi juga mengungkap bahwa sebelum kejadian, korban bersama rekannya sempat berkumpul di kawasan wisata Kali Udal Gumuk dan mengonsumsi minuman keras.

Saat perjalanan pulang menggunakan sepeda motor Kawasaki KLX bernomor polisi AA 5867 AJB, korban diduga tidak dapat mengendalikan kendaraan ketika melintas di jalan gelap dan menikung di wilayah Dusun Piyungan, Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan.

“Korban tidak bisa mengendalikan kendaraan dan terjatuh dengan posisi kendaraan masuk ke irigasi dekat jembatan sungai,” ungkap Kapolsek.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Penulis Tofan l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *