Makassar – AswinNews.com — Dua pesilat muda binaan Perguruan Pencak Silat Tapak Suci Takalar sukses mengharumkan nama Kabupaten Takalar di ajang nasional. Bertanding pada Celebes Silat Championship (CSC) 2026 yang digelar di GOR Sudiang, Makassar, 8–10 Mei 2026, keduanya berhasil membawa pulang medali meski berangkat dengan biaya mandiri.
Dua atlet tersebut yakni:
- Nailun Dzaruri Maeshar — Juara 1 Medali Emas
Kategori Tanding/Fighter Usia Dini Kelas A Putra. - Nurul Khaerunnisa Asshafa — Juara 2 Medali Perak
Kategori Tanding/Fighter Pra-Remaja Kelas D Putri.

Tim Pelatih:
Didampingi langsung oleh pelatih Sutrawati, Abrianto, dan Rahmadhani Asri, Nailun dan Nurul tampil penuh semangat dan determinasi. Tanpa dukungan dana dari pihak mana pun, mereka tetap berangkat dengan tekad kuat untuk menambah jam terbang serta membuktikan bahwa atlet Takalar mampu bersaing di panggung nasional.
Pelatih Sutrawati menegaskan bahwa keikutsertaan dalam CSC 2026 bukan sekadar mengejar medali, melainkan bagian dari proses pembentukan mental juara bagi atlet muda.
“Kalah-menang adalah hasil, tapi keberanian tampil di panggung nasional adalah proses yang wajib dilewati. Kami memilih jalan mandiri karena ingin anak-anak punya rekam tanding yang kuat. Ini modal utama untuk menatap kejuaraan yang lebih tinggi,” ujar Sutrawati mewakili tim pelatih di arena pertandingan, Sabtu (10/5/2026).
Coach Abrianto menambahkan, CSC 2026 adalah bagian dari program pembinaan jangka panjang IPSI Kabupaten Takalar dalam mencetak regenerasi atlet berprestasi hingga level internasional.
“Target kami tidak berhenti di CSC. Kami sedang menyiapkan mesin pencetak juara dari Takalar. Hari ini nasional, ke depan kami dorong mereka tembus SEA Games hingga kejuaraan dunia. Nailun dan Nurul adalah langkah awalnya,” tegas Abrianto.
Selepas CSC 2026, tim pelatih Sutrawati, Abrianto, dan Rahmadhani Asri akan melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari aspek teknik, fisik, maupun mental bertanding. Nailun dan Nurul diproyeksikan kembali tampil lebih matang dan taktis pada turnamen berikutnya.
Keberhasilan kedua atlet muda tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan dana bukan penghalang untuk meraih prestasi. Semangat mandiri, disiplin latihan, dan pembinaan berkelanjutan menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berdaya saing tinggi dari Kabupaten Takalar.
Reportase: Bang Zulfaz
Laporan Jurnalis: Bang Zulfaz
![]()
