Kepala KUA Salapian Jadi Pembicara Tasyakuran Wisuda Santriwati Tahfidzul Qur’an Jantung Pitu

LANGKAT, Aswinnews.com – Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup serta petunjuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an menjadi ibadah yang sangat mulia serta membawa ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu keutamaan membaca Al-Qur’an adalah pahala yang berlipat ganda bagi setiap huruf yang dibaca. Bahkan, orang yang belum fasih membaca Al-Qur’an tetap memperoleh pahala atas kesungguhan dan kesabarannya. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka ia mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.”
(HR. Tirmidzi)

Selain membaca, menghafal Al-Qur’an juga memiliki keutamaan luar biasa, seperti ditinggikan derajatnya di surga, memperoleh syafaat di hari kiamat, serta memberikan mahkota kemuliaan bagi kedua orang tua.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salapian, H. Muhammad Kurnia Amir, S.Sos.I, S.Pd.I, MM, saat memberikan tausiyah pada acara tasyakuran wisuda santriwati Tahfidzul Qur’an 30 juz di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Jantung Pitu, Desa Pancor Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Ahad (10/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Kurnia yang juga menjabat sebagai Sekretaris Organisasi Kyai Kampung Kabupaten Langkat menegaskan bahwa mendidik anak menjadi penghafal Al-Qur’an merupakan investasi akhirat dan keberkahan yang luar biasa bagi orang tua.

“Jangan pernah ragu memasukkan anak ke pondok pesantren, serta berdonasi dan berinfak untuk pembangunan pesantren,” ungkapnya di hadapan puluhan santriwati, wali santri, serta ratusan jamaah pengajian yang memenuhi masjid pesantren tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Pancor Warno, Berma, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas keberadaan Pondok Pesantren Tahfidz Jantung Pitu di wilayahnya.

Senada dengan itu, perwakilan wali santri, Mahmud Iqbal Dzony, S.Pd.I, berharap para santri mampu mengamalkan ilmu dan hafalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan sosialisasi pengembangan pondok pesantren oleh Ketua Yayasan, Ustaz Kyai Awaludin, S.Si, S.Pd.I. Ia berharap adanya dukungan pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan pesantren dalam mencetak generasi hafidz Al-Qur’an yang berakhlak, beramal, dan berdakwah demi mewujudkan Indonesia Emas yang maju dan sejahtera.

(Ali Asan) l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *