Salapian – AswinNews.com — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salapian kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan umat melalui program unggulan bertajuk “The Most KUA Move for Sakinah Maslahat Ramadan 1447 H Jilid 2”.
Kegiatan yang berlangsung sejak 27 Februari hingga 3 Maret 2026 ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kaum ibu hingga kalangan remaja sekolah.
Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Salapian, H. Muhammad Kurnia Amir, S.Sos.I, S.Pd.I, MM, memimpin langsung tim yang terdiri dari fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin), penghulu, serta Penyuluh Agama Islam se-Kecamatan Salapian.

Safari Dakwah di Berbagai Titik Strategis
Program Safari Ramadan ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas organisasi dan instansi di sejumlah lokasi strategis di wilayah Salapian, antara lain:
Masjid Raya Al-Istiqomah — Diikuti sekitar 400 jamaah ibu-ibu Pengajian Al-Hidayah dan dirangkai dengan pelaksanaan Sholat Tasbih.
Masjid Baitul Ma’ruf — Bekerja sama dengan Al-Washliyah Langkat.
Mushola Amaliyah Lau Landen — Berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Salapian.
Masjid Al-Muttaqin Blankahan Estate — Bersinergi dengan paguyuban Pendawa wilayah Langkat.
SMA Negeri 1 Salapian — Diikuti sekitar 500 siswa-siswi yang dibagi dalam beberapa kelompok diskusi intensif.
Fokus Ketahanan Keluarga dan Pembinaan Remaja
Dalam penyampaiannya, H. Muhammad Kurnia Amir menekankan pentingnya Ramadan sebagai bulan tarbiyah (pendidikan).
Ia menegaskan bahwa penguatan fondasi Keluarga Sakinah menjadi kunci dalam menciptakan generasi berkualitas di masa depan.
“Ramadan bukan sekadar soal kesalehan sosial melalui puasa, tetapi juga momentum menata diri dengan mengkaji Al-Qur’an dan memperkuat ketahanan rumah tangga,” ujarnya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris FKUB Kabupaten Langkat.
Sementara itu, tim Penyuluh Agama Islam yang terdiri dari Surya Adinata, S.Pd, SH, Dewi Idamanti, S.Pd, SH, dan Nurhafiza Aswin, S.Pd, SH, memberikan edukasi khusus kepada para remaja dengan materi meliputi:
Pencegahan pernikahan dini dan risiko pernikahan di bawah umur.
Bahaya narkoba dan kenakalan remaja, termasuk pencegahan bullying, tawuran, serta manajemen emosi.
Persiapan pranikah sebagai bekal membangun rumah tangga yang sehat sesuai tuntunan agama.
Interaktif dan Edukatif
Agar pesan dakwah lebih efektif, kegiatan dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab, diskusi kelompok, serta fun games untuk mencairkan suasana, khususnya saat berhadapan dengan para siswa di sekolah.
Melalui program ini, KUA Salapian berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pahala ibadah di bulan suci Ramadan, tetapi juga memiliki bekal ilmu yang konkret dalam menjalani kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.
🖊️ Laporan Jurnalis: Ali Asan
![]()
