Minim Sarana dan SDM, MIN 9 Kabupaten Cirebon Butuh Dukungan Serius untuk Penguatan Literasi dan Numerasi

Cirebon – AswinNews ga.com — Upaya peningkatan kualitas pembelajaran literasi dan numerasi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 9 Kabupaten Cirebon masih menghadapi berbagai kendala mendasar.

Keterbatasan sarana dan prasarana, serta minimnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang literasi dan numerasi menjadi tantangan utama yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Di MIN 9 Kabupaten Cirebon, fasilitas penunjang pembelajaran literasi dan numerasi dinilai masih jauh dari ideal. Ruang perpustakaan yang tersedia belum mampu berfungsi secara optimal sebagai pusat literasi madrasah. Koleksi buku bacaan, baik fiksi maupun nonfiksi, masih sangat terbatas dan sebagian besar merupakan terbitan lama yang kurang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Selain itu, belum tersedia pojok baca tematik di setiap kelas yang seharusnya menjadi ruang pembiasaan membaca bagi siswa sejak dini.
Sarana pendukung numerasi pun menghadapi persoalan serupa. Alat peraga matematika yang memadai, media pembelajaran berbasis konkret, hingga perangkat teknologi seperti komputer dan proyektor masih sangat terbatas jumlahnya.

Kondisi ini berdampak pada metode pembelajaran yang belum sepenuhnya kontekstual dan inovatif, sehingga guru mengalami kesulitan mengembangkan pembelajaran numerasi yang aplikatif dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dari sisi SDM, MIN 9 Kabupaten Cirebon juga menghadapi keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus dalam penguatan literasi dan numerasi.

Sebagian guru belum mendapatkan pelatihan berkelanjutan terkait pendekatan pembelajaran literasi dan numerasi berbasis Kurikulum Merdeka. Kesempatan mengikuti bimbingan teknis, workshop, maupun pelatihan peningkatan kapasitas guru masih sangat terbatas, terutama yang difasilitasi langsung oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Kepala MIN 9 Kabupaten Cirebon, Abdul Basit, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kepedulian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai instansi pembina madrasah. Menurutnya, madrasah memiliki potensi besar untuk mencetak generasi yang unggul dalam literasi dan numerasi apabila didukung sarana, prasarana, serta SDM yang memadai.

“Literasi dan numerasi adalah fondasi utama pembelajaran di madrasah. Namun dengan keterbatasan fasilitas dan minimnya pelatihan guru, kami tentu belum bisa maksimal. Kami berharap Kementerian Agama dapat memberikan bantuan yang lebih terarah, baik berupa pengadaan sarana prasarana, bantuan perpustakaan, alat peraga pembelajaran, maupun peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan yang berkelanjutan,” ujar Abdul Basit.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan afirmatif bagi madrasah negeri di daerah agar tidak tertinggal dalam program peningkatan mutu pendidikan nasional. Dukungan anggaran, program pendampingan, serta sinergi lintas sektor dinilai sangat dibutuhkan agar madrasah mampu sejajar dengan sekolah umum dalam hal kualitas pembelajaran.
Dengan adanya kepedulian dan intervensi nyata dari Kementerian Agama, MIN 9 Kabupaten Cirebon optimistis dapat memperbaiki kualitas pembelajaran literasi dan numerasi secara bertahap.

Harapannya, madrasah tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang cakap membaca, berpikir kritis, serta memiliki kemampuan numerik yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

🖊️ Penulis: Maztho
(Biro AswinNews.com Jawa Barat)
✍️ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *