MAJALENGKA, Aswinnews.com — Deden Hardian Narayanto menegaskan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap konsisten menjalankan peran politiknya secara objektif, baik di parlemen maupun di tingkat organisasi kepartaian. Hal tersebut disampaikannya saat menjelaskan dinamika internal PKS serta sikap partai terhadap kebijakan pemerintah.
Menurut Deden, sebelum pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), struktur kepengurusan PKS di tingkat kecamatan sempat mengalami kekosongan. Namun, kondisi tersebut kini telah teratasi seiring dengan proses konsolidasi organisasi.
“Awalnya memang ada beberapa kekosongan di tingkat kecamatan. Tapi sekarang tidak ada lagi kekosongan, semuanya sudah diisi kembali. Ini karena adanya promosi dan penugasan dari struktur, termasuk dari tingkat DPD,” ujarnya saat usai Rakerda hari ini (Sabtu, 20 Desember 2025).
Ia menjelaskan bahwa kepengurusan PKS saat ini merupakan struktur baru, sehingga seluruh program kerja juga disusun ulang secara bertahap. PKS memiliki program bulanan dan tahunan yang akan dijalankan secara sistematis dan akan dibagikan kepada publik pada waktunya.
“Program-program ini memang baru karena kepengurusannya juga baru. Tapi semuanya bermuara pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.
Terkait posisi politik di parlemen, Deden menegaskan bahwa PKS tidak secara kaku menempatkan diri sebagai oposisi ataupun koalisi. Menurutnya, PKS lebih memilih bersikap substantif dengan menilai setiap kebijakan berdasarkan manfaatnya bagi rakyat.
“Kami tidak berada pada posisi oposisi atau koalisi. Selama program pemerintah itu bagus dan berpihak pada masyarakat, kami siap mendukung. Tapi kalau tidak pro rakyat, tentu akan kami kritisi,” tegasnya.
Ia mencontohkan peran PKS di Komisi III DPRD, yang dipimpin oleh kader PKS dan dikenal aktif dalam melakukan pengawasan serta kritik terhadap kebijakan pemerintah.
“Kalau ditanya siapa yang paling aktif mengkritisi pemerintah, Komisi III salah satunya. Itu bukti bahwa kami objektif. Kalau benar, ya kami dukung. Kalau salah, tetap kami katakan salah,” tambahnya.
Deden juga menyampaikan bahwa salah satu fokus utama PKS adalah mendukung visi pembangunan yang bersifat religius dan berbasis penguatan jamaah. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah.
“Program yang kami dukung salah satunya adalah visi religius, penguatan jamaah, dan pembinaan masyarakat. Itu yang menjadi perhatian utama kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PKS akan terus hadir di tengah masyarakat melalui agenda rutin, termasuk pertemuan bulanan, sebagai bentuk komitmen dalam menyerap aspirasi dan menjaga kedekatan dengan konstituen.
“PKS akan terus konsisten. Program pemerintah yang baik akan kami dukung, tapi kami tidak akan ragu mengingatkan jika ada kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat,” pungkasnya.***
![]()
