Warga Desa Simpang Pulo Rambung Kembangkan Pola Tanam Hidroponik Berbasis Dana Desa

🖋️ Jurnalis: Hambali
📷 Kontributor: Warga Desa Simpang Pulo Rambung, Kecamatan Bahorok
🖥️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update


LANGKAT | AswinNews.com –
Warga Desa Simpang Pulo Rambung, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, menunjukkan semangat tinggi dalam mendukung penghijauan dan ketahanan pangan dengan mengembangkan pola tanam hidroponik, Jumat (19/12/2025).


Pemanfaatan lahan yang ada dilakukan melalui metode bercocok tanam hidroponik, yang dinilai lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan sistem pertanian konvensional. Metode ini memungkinkan warga menanam berbagai jenis sayuran, buah, maupun rempah tanpa memerlukan lahan yang luas.


Selain praktis, sistem hidroponik juga dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga dengan memanfaatkan barang bekas, seperti botol plastik dan pipa paralon, sehingga turut mendukung pengurangan limbah.


Dalam kegiatan penanaman benih hidroponik jenis bayam dan sawi hijau, turut hadir sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat, di antaranya:


° Ketua BPD Desa Simpang Pulo Rambung, Tuahta Tarigan
° Bendahara Desa, Sungkunen Perangin Nangin
° Bhabinkamtibmas Resada Sitepu
° Perangkat desa Ema Fitriani
° Para Kepala Dusun
° Pendamping Desa Nazri Adlani
° Serta sejumlah warga setempat


Pelaksanaan kegiatan hidroponik ini dipusatkan di Dusun Salang Agar. Program tersebut didanai melalui Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025, yang bersumber dari Dana Ketahanan Pangan (Ketapang).
Masyarakat berharap, program hidroponik ini dapat terus berlanjut dan dilestarikan, sehingga tidak hanya mendukung lingkungan yang hijau, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian rumah tangga serta memperkuat ketahanan pangan desa.


Catatan Redaksi :
Pengembangan pertanian hidroponik di tingkat desa merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan keterbatasan lahan dan ketahanan pangan. Redaksi AswinNews.com menilai pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan produktif berbasis lingkungan seperti ini patut diapresiasi, selama dijalankan secara transparan, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *