Debut Film Panjang Sutradara Aco Tenriyagel, “Suka Duka Tawa” — Persembahan Dari BION Studios

Penulis: Ine | Editor: Rahmat Kartolo
Sumber: Aswinnews.com – Tajam, Berimbang, dan Ter-Update


JAKARTA, Aswinnews.com —
Siapa sangka, aktris muda Rachel Amanda kini tampil berbeda lewat perannya di film terbaru Suka Duka Tawa, karya sutradara Aco Tenriyagel, yang diproduksi oleh BION Studios bersama Spasi Moving Image.

Dalam official teaser trailer yang dirilis pada 6 November 2025, Rachel Amanda berperan sebagai Tawa, seorang stand-up comedian yang tengah merintis karier. Tampil di atas panggung open mic, ia mencoba menghibur penonton — namun reaksi yang dingin membuatnya beralih ke pendekatan baru: menertawakan luka pribadinya.

Cerita yang Dekat dan Menyentuh

Film ini menceritakan perjalanan Tawa, seorang komika muda yang tumbuh di keluarga pelawak. Ayahnya, Keset (Teuku Rifnu Wikana), adalah komedian terkenal di televisi, sementara ibunya (Marissa Anita) membesarkan Tawa seorang diri setelah ditinggalkan sang suami.

Melalui kisah ini, Aco mengeksplorasi perbedaan dua generasi dalam dunia komedi dan hubungan ayah-anak yang rumit.
Selain Rachel Amanda, film ini juga dibintangi oleh Enzy Storia, Bintang Emon, Arif Brata, dan Gilang Bhaskara, yang menambah warna dan dinamika segar dalam cerita.

“Film Suka Duka Tawa menjadi karya yang sangat personal bagi Aco karena menjadi debut layar lebarnya. Kami percaya dengan ide dan ceritanya yang relevan tentang relasi ayah dan anak perempuan. BION Studios memberikan ruang besar bagi Aco untuk bereksplorasi, sehingga hasilnya terasa lucu sekaligus menyentuh,”
ujar Tersi Eva Ranti, produser film Suka Duka Tawa.

Dibintangi Komika dan Aktor Ternama

Selain para pemeran utama, film ini juga menampilkan deretan stand-up comedian ternama Indonesia seperti Pandji Pragiwaksono, Virzha Logika, dan trio Bintang Emon, Arif Brata, Gilang Bhaskara. Ada pula penampilan dari Myesha Lin, Nazira C. Noer, Mang Saswi, dan Abdel Achrian.

Dalam teaser sebelumnya, bahkan muncul cameo dari Adjis Doa Ibu, Presiden Stand Up Comedy Indonesia.

Tentang Sutradara dan Makna Film

Bagi Aco Tenriyagel, Suka Duka Tawa bukan sekadar film, melainkan bentuk refleksi personal atas hubungan antar generasi dalam keluarga.

“Saya selalu tertarik dengan relasi orang tua dan anak. Film ini berpusat pada keluarga Tawa — bagaimana seorang anak berusaha mengobati luka masa kecilnya lewat komedi. Ada kecanggungan antara generasi, dan itu sesuatu yang universal,”
ungkap Aco.

Film ini juga menjadi penutup (closing film) pada ajang JAFF 20 (Jogja-NETPAC Asian Film Festival), yang akan digelar di XXI Empire, Yogyakarta, pada 6 Desember 2025 pukul 20.30 WIB.

“JAFF adalah ruang di mana saya tumbuh sebagai filmmaker. Film pendek dan serial pertama saya juga diputar di sini. Bisa menutup festival ini dengan film pertama saya adalah kehormatan besar,” ujar Aco dengan haru.

Ia berharap penonton bisa menemukan makna dan kekuatan baru setelah menonton film ini.

“Film ini berbicara tentang luka dan cara menertawakannya. Saya ingin penonton keluar dari bioskop dengan keberanian untuk menerima luka mereka, lalu menjalani hidup dengan tawa,” tambahnya.

Rachel Amanda: ‘Tertawa Adalah Cara Menebus Kedukaan’

“Karakter Tawa menggambarkan perjalanan hidup banyak orang. Frasa ‘suka duka tawa’ itu sendiri adalah bagian dari hidup kita. Saat hidup tidak menyenangkan, ditertawakan saja,”
kata Rachel Amanda sambil tersenyum.

Film Suka Duka Tawa akan segera tayang di jaringan bioskop seluruh Indonesia.
Ikuti terus perkembangan dan jadwal rilis resminya melalui kanal media sosial BION Studios dan Spasi Moving Image.


Redaksi: Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *