Nganjuk, Aswinnews.com – Bencana alam kembali melanda wilayah Kabupaten Nganjuk. Tanggul Sungai Kolokoso yang berada di Dusun Kates, Desa Pace Wetan, Kecamatan Pace, dilaporkan longsor sepanjang 40 meter. Akibatnya, sekitar 85 hektare lahan pertanian milik warga terancam gagal tanam dan gagal panen.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Aswinnews.com, Sabtu (1/11/2025), longsoran tanggul tersebut diperkirakan sudah terjadi sejak lama. Para petani sempat melakukan upaya penanggulangan darurat dengan menanam batang bambu sebagai penahan sementara. Namun, longsor susulan pada 18 Oktober 2025 kembali memperparah kondisi tanggul. Hingga kini, belum ada penanganan serius dari pihak terkait, sehingga ancaman kerugian bagi petani semakin besar.
Sejumlah petani di Desa Pace Wetan mengaku saat ini hanya bisa menunggu bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk, agar segera dilakukan penanggulan dan perbaikan tanggul darurat untuk mencegah banjir meluas ke area sawah warga.
Toha, selaku Jogoboyo (perangkat desa) Pace Wetan, mengatakan bahwa longsornya tanggul Sungai Kolokoso tidak hanya mengancam lahan pertanian di wilayahnya, tetapi juga berpotensi merusak sawah di Desa Gemenggeng dan Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak BPBD Kabupaten Nganjuk. Mereka sudah datang melakukan survei ke lokasi, tetapi sampai hari ini belum ada kepastian kapan tanggul Sungai Kolokoso akan diperbaiki.
Para petani di Desa Pace Wetan selalu tertib membayar pajak, dan kami berharap pemerintah bisa segera menindaklanjuti laporan ini. Sebelum banjir datang, sebaiknya penanggulan segera dilakukan,”
ujar Toha kepada Aswinnews.com.
Petani berharap agar pemerintah melalui BPBD Nganjuk segera melakukan penanganan tanggul Sungai Kolokoso untuk meminimalkan risiko gagal tanam dan gagal panen di musim berikutnya.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
