Mayat Pria Mengapung di DAM Sipon Sungai Brantas, Diduga Pemancing Hilang Asal Jombang

🖋️ Penulis: Zafin ~ Kabiro Jombang
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

Jombang, AswinNews.com — Warga Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang mengapung di pusaran DAM Sipon Sungai Brantas, Rabu siang (20/8/2025). Lokasi tersebut dikenal berbahaya karena arus deras dan pusaran yang kerap memakan korban.

Kapolsek Gedeg, AKP Karen, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan laporan pertama datang dari seorang relawan yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.

“Setelah menerima laporan, kami bersama tim segera menuju lokasi. Sesampainya di sana, tim Basarnas, BPBD Jombang, dan para relawan sudah melakukan persiapan evakuasi,” jelas AKP Karen.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Jasad sempat tersangkut pusaran arus deras DAM Sipon sehingga menyulitkan tim gabungan menariknya ke daratan. Setelah 30 menit upaya menggunakan peralatan khusus, jenazah akhirnya berhasil dievakuasi.

Korban kemudian diperiksa di tepi sungai sebelum dibawa ke Puskesmas Kudu, Jombang. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga kuat merupakan seorang pemancing asal Desa Tapen, Kecamatan Kudu, yang dilaporkan hilang pada Senin (18/8/2025).

“Ciri-ciri tubuh sesuai laporan keluarga. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana pendek hitam tanpa baju, dan kondisi jasad sudah membengkak,” terang Kapolsek Gedeg.

Pihak BPBD Jombang kini berkoordinasi dengan keluarga korban serta Polsek Kudu untuk memastikan identitas resmi. Jenazah dibawa ke fasilitas medis guna pemeriksaan lanjutan.

“Kami masih menunggu hasil medis resmi. Namun dugaan kuat mengarah pada pemancing yang dilaporkan hilang dua hari lalu di wilayah Jombang,” tambah AKP Karen.

Peristiwa ini menambah panjang daftar korban di Sungai Brantas, khususnya di area DAM Sipon yang dikenal rawan. Aparat mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di bantaran sungai, terutama para pemancing.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kronologi pasti insiden tersebut.


Catatan Redaksi

Sungai Brantas, khususnya di area DAM Sipon, berulang kali menelan korban jiwa akibat derasnya arus dan pusaran air. Tragedi ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi, termasuk pemasangan peringatan bahaya serta patroli pengawasan di titik-titik rawan.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *