🖋️ Penulis: F.A / Alvin
📍 Editor: Kenzo | Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
📍 Mojokerto – Kamis, 17 Juli 2025
MOJOKERTO, Aswinnews.com – Suasana malam Jumat di Petilasan Raden Sriwijaya, Dusun Kedung Wulan, RT 03 RW 02, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terasa kian hidup. Tempat yang diyakini sebagai peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit ini menjadi magnet bagi para peziarah, tokoh masyarakat, pejabat negara, hingga pebisnis yang datang untuk mencari keberkahan.
Menurut catatan sejarah lokal, Raden Sriwijaya dikenal sebagai salah satu tokoh penting yang pernah menjabat sebagai raja dalam era kejayaan Majapahit. Kini, petilasannya dipandang sebagai tempat yang sakral, menyimpan aura spiritual dan dipercaya membawa energi positif bagi siapa pun yang datang dengan keyakinan dan niat baik.

As’at, juru kunci yang juga anggota linmas setempat, mengungkapkan bahwa petilasan ini kerap dikunjungi para pejabat tinggi secara diam-diam. “Tidak hanya masyarakat umum, banyak pejabat dan pengusaha juga datang ke sini dengan harapan mendapatkan keberkahan dan membuka jalan usaha atau karier mereka,” tuturnya kepada Aswinnews, Kamis malam (17/7).
Hal senada disampaikan Kusen, salah seorang warga sekitar. Ia menyebut, malam Kamis Kliwon menjadi momen paling ramai. “Seperti malam ini, pukul 22.27 WIB, pengunjung sudah memadati area petilasan. Bahkan semakin malam, jumlahnya semakin bertambah, ada yang datang dari luar kota juga,” ujarnya.

Tradisi yang biasa dilakukan pengunjung antara lain membawa nasi tumpeng, bunga tabur untuk nyekar, serta dupa untuk ritual. Doa bersama juga kerap dilakukan dalam suasana khidmat. Semua dilakukan sebagai bagian dari keyakinan bahwa tempat ini membawa keberkahan dan ketenangan batin.
Warga setempat menyambut baik kedatangan para peziarah dan menjaga kelestarian petilasan ini sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritualitas Mojokerto.
Petilasan Raden Sriwijaya bukan hanya sekadar situs sejarah, tetapi juga menjadi jembatan keyakinan masyarakat antara masa lalu dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
