Tragedi di Jatiluhur: Korban Dianiaya di Rumah Teman Sendiri
🖊️ Oleh: Agus S. Hariyanto
📍 Editor: Kenzo | Redaksi ASWINNEWS.COM
Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
PURWAKARTA — ASWINNEWS.COM, Sabtu 14 Juni 2025
Seorang remaja asal Karawang bernama Rangga (19) tewas setelah diduga dianiaya oleh temannya sendiri, AM (17), di Kampung Sayang Heulang, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis malam (12/6).
Peristiwa tragis ini diduga dilatarbelakangi oleh rasa cemburu pelaku, yang memergoki korban berada di dalam kamar bersama kekasihnya, Caca, di rumah pelaku.
“Pelaku emosi karena merasa cemburu, lalu memukuli korban hingga jatuh tak sadarkan diri,” ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Jyun Saepul Uyun, saat dikonfirmasi pada Jumat (13/6).
Menurut AKP Uyun, korban sempat dibawa oleh pelaku dan kekasihnya ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.
Ditemukan Luka Parah di Pinggir Jalan
Ketua RT setempat, Husen, mengatakan bahwa korban ditemukan warga dalam kondisi luka berat di pinggir jalan dekat sebuah ruko.
“Kami warga sempat ikut membantu membawa korban ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong,” ujar Husen.
Setelah menerima laporan dari warga pada Jumat pagi (14/6) sekitar pukul 09.00 WIB, polisi dari Satreskrim Polres Purwakarta segera tiba di lokasi, mengevakuasi jenazah korban, dan memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP).
Pelaku Ditahan, Proses Hukum Gunakan Pendekatan Khusus
Saat ini pelaku AM telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Purwakarta. Karena usianya masih di bawah umur, proses hukum akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peradilan anak.
“Kami masih menunggu hasil autopsi lengkap dan pemeriksaan lanjutan sebelum menetapkan pasal yang akan dikenakan,” tambah AKP Uyun.
Keluarga Korban Minta Keadilan
Pihak keluarga korban menyatakan duka mendalam atas kematian Rangga dan berharap agar pelaku dihukum setimpal.
Kasus ini masih dalam penyelidikan aktif oleh Satreskrim Polres Purwakarta. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan guna menghindari kesimpangsiuran informasi.
Catatan Redaksi:
Tragedi ini menyoroti pentingnya kontrol emosi dan penguatan pendidikan karakter sejak dini. Dalam konteks hukum anak, pendekatan harus tetap adil dan berkeadilan, sekaligus tidak mengabaikan hak-hak korban.
![]()
