Sumber Oleh Irfandi R. Hi Mustafa
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
“Pendidikan adalah fondasi peradaban, kekuatan untuk membangun jati diri dan karakter seseorang.”
— Irfandi R. Mustafa
HALMAHERA SELATAN,Selasa,13/5/2025 | Aswinnews.com — Pendidikan di Halmahera Selatan masih menghadapi berbagai dilema yang kompleks. Tidak sekadar soal akses dan kualitas, tantangan pendidikan di wilayah ini juga bersentuhan erat dengan faktor budaya, ekonomi, hingga ketimpangan infrastruktur. Keadaan ini, jika dibiarkan berlarut, berpotensi memperlebar kesenjangan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan.
Akses yang Terjal, Kualitas yang Terabaikan
Meskipun pemerintah telah membangun sekolah di berbagai titik, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan formal. Jarak yang jauh, minimnya transportasi, hingga kondisi geografis yang menantang membuat pendidikan menjadi sesuatu yang mewah di beberapa wilayah.
Lebih memprihatinkan lagi, kualitas pendidikan pun jauh dari harapan. Keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas menjadi tantangan tersendiri. Guru-guru di Halmahera Selatan sebagian besar belum mendapatkan pelatihan memadai, yang berdampak langsung pada mutu proses belajar mengajar. Kurikulum yang kurang relevan dengan konteks lokal juga membuat lulusan tidak dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Budaya dan Ekonomi: Dua Faktor yang Menjerat
Tantangan pendidikan di Halmahera Selatan tidak hanya berhenti di persoalan teknis. Budaya masyarakat yang kental dengan nilai-nilai tradisional juga menjadi penghambat. Masih berkembang pandangan yang menganggap pendidikan formal sebagai sesuatu yang tidak esensial, bahkan dipandang sebagai pemborosan waktu dan biaya.
Faktor ekonomi juga menambah kerumitan. Banyak keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, sehingga anak-anak lebih didorong untuk bekerja membantu orang tua ketimbang melanjutkan pendidikan. Program bantuan yang ada dinilai belum mampu menyasar persoalan fundamental ini secara efektif.
Teknologi yang Terabaikan
Di era digital, akses teknologi menjadi kebutuhan mendasar dalam pendidikan. Namun, di Halmahera Selatan, akses internet dan sarana teknologi masih sangat terbatas, terutama di wilayah-wilayah terpencil. Kondisi ini membuat siswa kehilangan peluang untuk mengakses sumber belajar yang lebih luas dan memperdalam keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Solusi Butuh Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Menghadapi dilema ini, diperlukan langkah serius dan terstruktur. Pemerintah Halmahera Selatan perlu lebih proaktif membangun infrastruktur pendidikan yang layak, memperbaiki kualitas guru, serta menyusun kurikulum yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap kebutuhan lokal. Masyarakat pun perlu didorong untuk mengubah paradigma tentang pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan.
Pendidikan bukan semata soal bangunan sekolah, tapi bagaimana membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan adalah jalan bagi generasi Halmahera Selatan untuk bangkit dan bersaing di tengah perubahan zaman.
(Penulis berita Abd. Assagaf, Editor Kenzo)
![]()
