Oplus_16908288
PONTIANAK, Aswinnews.com – Meningkatnya kadar garam (salinitas) pada air baku Sungai Kapuas akibat musim kemarau menjadi perhatian serius Perumda Air Minum (Perumda) Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak. Fenomena intrusi air laut yang terjadi saat debit Sungai Kapuas menurun menyebabkan kualitas air baku mengalami perubahan sehingga berdampak pada mutu air yang didistribusikan kepada pelanggan di sejumlah wilayah pelayanan.
Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa, Abdillah, mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak menggunakan air PDAM sebagai air minum maupun untuk keperluan memasak hingga kualitas air kembali memenuhi standar baku mutu. Sementara itu, air masih dapat dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, membersihkan rumah, dan kebutuhan sanitasi lainnya.
Menurut Abdillah, meningkatnya salinitas merupakan fenomena alam yang lazim terjadi saat musim kemarau berkepanjangan. Berkurangnya debit Sungai Kapuas memungkinkan air laut masuk lebih jauh ke wilayah hulu sehingga kadar garam pada sumber air baku meningkat dan memengaruhi proses pengolahan air bersih
Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Tirta Khatulistiwa terus melakukan pemantauan kualitas air baku secara intensif, meningkatkan frekuensi pengujian laboratorium, mengoptimalkan proses pengolahan, serta melakukan penyesuaian sistem produksi dan distribusi agar pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan semaksimal mungkin.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus berkoordinasi dengan Perumda Tirta Khatulistiwa dan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih. Pemkot juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi Sungai Kapuas sebagai sumber air baku utama masyarakat Kota Pontianak.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung seluruh langkah teknis yang dilakukan Perumda Tirta Khatulistiwa agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan Perumda, serta menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama kondisi salinitas masih tinggi.
Pemerintah Kota Pontianak juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih dengan mengurangi pemborosan penggunaan air dan menyiapkan cadangan air minum yang layak konsumsi apabila diperlukan.
Perumda Tirta Khatulistiwa menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pontianak, BMKG, dan instansi terkait dalam memantau perkembangan musim kemarau. Berbagai langkah mitigasi akan terus dilakukan guna meminimalkan dampak peningkatan kadar garam terhadap pelayanan air bersih, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
(Bsg/Red) l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
LANGKAT – Aswinnews.com – Pemerintah Desa Perkebunan Tanjung Keliling, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, menggelar Musyawarah…
INDRAMAYU Aswinnews.com– Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Endi Wahyadi,…
INDRAMAYU Aswinnews.com– Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, menyampaikan dukungan dan…
BENGKULU Aswinnews.com– Suasana di kawasan Jalan Barito, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu,…
INDRAMAYU Aswinnews.com– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu mendapat apresiasi dari masyarakat atas…
INDRAMAYU Aswinnews.com– STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Indramayu bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah…