Pertama Kali Digelar, Jamasan Lontar Di Sumur Setolo Desa Pedak Jadi Wujud Syukur Dan Pelestarian Alam

Rembang | Aswinnews.com – Tradisi Jamasan Lontar untuk pertama kalinya digelar di kawasan Sumur Setolo, Desa Pedak, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Senin (13/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas manfaat pohon lontar yang selama ini berkontribusi terhadap kehidupan dan perekonomian warga.

Acara diikuti masyarakat setempat dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap alam sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian pohon lontar.

Simbol Rasa Syukur kepada Alam

Ketua Pelaksana, Sutejo, menjelaskan bahwa Jamasan Lontar merupakan simbol rasa syukur atas manfaat yang diberikan pohon lontar, terutama hasil air nira yang dapat diolah menjadi gula siwalan dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.

“Jamasan daun lontar dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur karena manusia telah memperoleh banyak manfaat dari pohon lontar, berupa air nira yang bisa diolah menjadi gula atau siwalan dan meningkatkan ekonomi warga,” ujarnya.»

Menurut Sutejo, keberadaan pohon lontar telah menjadi penopang kehidupan bagi banyak keluarga di wilayah Rembang.

“Artinya, pohon lontar mampu memberikan kehidupan bagi manusia,” tambahnya.»

Ajakan Merawat dan Melestarikan

Sutejo menjelaskan, kata jamasan memiliki makna merawat atau memelihara. Karena itu, tradisi tersebut juga menjadi pengingat agar manusia senantiasa menjaga kelestarian alam sebagai bentuk rasa terima kasih atas manfaat yang diterima.

“Jamasan sendiri artinya merawat. Manusia harus berterima kasih, salah satunya kepada pohon lontar,” katanya.»

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian pohon lontar sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang.

“Saya berharap semua makhluk berbahagia, bisa saling bersinergi dan saling berdamai,” harapnya.»

Diharapkan Jadi Agenda Budaya Tahunan

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama serta prosesi penyiraman air ke pohon lontar sebagai simbol perawatan dan penghormatan terhadap alam.

Salah seorang warga Desa Pedak, Bibul, pemilik Warung Ambilalih Kopi, menyambut baik penyelenggaraan tradisi tersebut. Ia berharap Jamasan Lontar dapat menjadi agenda tahunan sekaligus berkembang sebagai daya tarik budaya dan wisata religi di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.


Pewarta: When l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *