Medan, AswinNews.com | 12 Juli 2026 – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, hingga beberapa jalur lintas Sumatera Utara terpaksa membatasi bahkan menghentikan pelayanan karena kehabisan stok BBM.
Di sejumlah SPBU, papan informasi bertuliskan “Dalam Perjalanan” terlihat terpasang untuk berbagai jenis BBM, seperti Pertalite, Biosolar, hingga Pertamax. Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan, sementara sebagian masyarakat harus pulang tanpa memperoleh BBM.
Seorang pengendara mengaku telah berkeliling ke beberapa SPBU, namun sebagian besar dalam kondisi kosong atau masih menunggu pasokan.
“Saya sudah keliling ke beberapa SPBU. Rata-rata kosong atau petugas mengatakan stok masih dalam perjalanan. Aktivitas kerja jadi terhambat, padahal mobilitas kami sangat bergantung pada ketersediaan BBM,” ujarnya dengan nada kecewa.
Selain menghambat aktivitas masyarakat, antrean panjang kendaraan juga menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan yang berada di sekitar SPBU.
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan terus melakukan optimalisasi distribusi BBM ke seluruh wilayah terdampak. Menurut pihak Pertamina, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan pasokan.
Di antaranya adalah proses implementasi dan distribusi bertahap Biodiesel B50 yang memerlukan penyesuaian teknis pada sistem logistik dari Fuel Terminal menuju SPBU. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem di jalur pelayaran juga sempat menghambat proses sandar kapal tanker pengangkut BBM ke terminal utama.
Di sisi lain, sejumlah pengamat energi menilai pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi perlu diperketat, termasuk melalui sistem barcode agar distribusi tepat sasaran serta mencegah praktik penimbunan maupun pembelian dalam jumlah besar (panic buying) yang dapat mempercepat habisnya stok di SPBU.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Perusahaan memastikan proses distribusi terus dipercepat sehingga pasokan BBM di seluruh SPBU Sumatera Utara dapat segera kembali normal.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait segera mengambil langkah cepat dan efektif agar kelangkaan BBM tidak berlarut-larut.
“Kalau penanganannya lambat, perekonomian masyarakat bisa lumpuh. Kami berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini,” ujar salah seorang pengendara.
Akibat kelangkaan tersebut, antrean truk, mobil pribadi, dan sepeda motor tampak mengular di hampir seluruh SPBU yang masih memiliki stok BBM. Kondisi itu tidak hanya memperlambat aktivitas distribusi barang dan jasa, tetapi juga menimbulkan kemacetan di berbagai titik di wilayah Sumatera Utara.
Penulis: Hambali
Redaksi AswinNews.com
Mengabarkan Fakta, Mencerahkan Bangsa.
![]()
