Langkat –Aswinnews.com
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salapian, H. Muhammad Kurnia Amir, S.Sos.I., S.Pd.I., M.M., menyampaikan pentingnya implementasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan sebagai upaya memperkuat kerukunan umat beragama di Kabupaten Langkat.
Pemaparan tersebut disampaikan saat menerima amanah untuk mempresentasikan program kerja dan capaian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Langkat dalam kegiatan silaturahmi dan kunjungan kerja FKUB Kabupaten Karo yang berlangsung di Aula Rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Langkat, Kamis, 9 Juli 2026.
Dalam paparannya, Kurnia menjelaskan bahwa keberagaman agama di Indonesia, khususnya di Kabupaten Langkat, merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama melalui sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan yang membawa manfaat, bukan menjadi pemicu perpecahan.
“Keanekaragaman agama merupakan kekayaan bangsa. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar perbedaan menjadi perekat persatuan dan tidak berkembang menjadi konflik sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat langkah-langkah pencegahan konflik melalui implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 332 Tahun 2023 tentang Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan. Regulasi tersebut menjadi dasar dalam mengidentifikasi potensi konflik sekaligus melakukan mitigasi dan pencegahan sejak dini terhadap konflik sosial yang berlatar belakang keagamaan.
Menurut Kurnia, penerapan sistem peringatan dini memberikan manfaat besar bagi berbagai pihak. Bagi pemerintah, sistem tersebut menjadi instrumen untuk meningkatkan efektivitas kebijakan dalam mendeteksi dan menangani potensi konflik secara cepat, tepat, dan terukur. Data yang diperoleh melalui EWS juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih responsif serta memperkuat koordinasi antarinstansi pemerintah.
Sementara bagi tokoh agama dan lembaga keagamaan, EWS menjadi wadah untuk berperan aktif dalam menjaga kerukunan melalui deteksi dini, mediasi, dialog lintas agama, serta penyebaran nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama. Adapun bagi masyarakat, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kerukunan serta memberikan akses informasi mengenai potensi konflik beserta langkah-langkah pencegahannya.
Sebagai Sekretaris FKUB Kabupaten Langkat, Kurnia juga menjelaskan bahwa percepatan implementasi EWS merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2024. Dalam pelaksanaannya, telah dibentuk Tim Early Warning System (EWS) di tingkat kecamatan yang diketuai oleh Kepala KUA Kecamatan dan melibatkan penyuluh agama, penghulu, serta tokoh lintas agama.
“Tim EWS Kecamatan bekerja secara kolaboratif bersama FKUB sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan dialog antarumat beragama untuk memperkuat toleransi serta moderasi beragama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai,” jelasnya.
Usai pemaparan dari FKUB Kabupaten Langkat, Ketua FKUB Kabupaten Karo, Drs. Aswan Sembiring, M.Si., turut mempresentasikan berbagai program kerja FKUB Kabupaten Karo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog dan diskusi yang membahas pengalaman, strategi, serta penguatan tugas dan fungsi FKUB dalam menjaga kerukunan umat beragama di masing-masing daerah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol persaudaraan antarlembaga, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Langkat Faisal Badawi, S.Sos., M.AP., didampingi Sekretaris Badan Kesbangpol beserta para kepala bidang di lingkungan Kesbangpol Kabupaten Langkat.
Hadir pula seluruh pengurus FKUB Kabupaten Langkat, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Karo yang dipimpin Marcel, S., bersama delapan orang jajaran, serta dua belas orang pengurus FKUB Kabupaten Karo.
Melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, FKUB, serta seluruh tokoh lintas agama dalam memperkuat sistem deteksi dini dan menjaga kerukunan umat beragama demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
(Hambali/Ali Asan)
BENGKULU –aswinnews.com- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu kembali mengembangkan penyidikan kasus dugaan tindak…
Bohorok .-aswinnews.com- Lapangan sekola SD Desa Simpang Pulo Rambung mendadak pecah oleh gelak tawa dan…
PURWAKARTA Aswinnews.com– Kapolsek Sukatani, Asep Nugraha, mewakili Kapolres Purwakarta I Dewa Putu Gede Anom Danujaya…
Sinergi organisasi pers dengan dunia olahraga untuk perkuat jaringan dan pembinaan atlet di Langsa Banda…
CIREBON Aswinnews.com– Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, jajaran Polsek Depok, Polresta Cirebon,…
CIREBON Aswinnews.com– Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan infrastruktur di sejumlah…