Indramayu – AswinNews.com — SMAN 1 Sindang, salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan publik setelah seorang siswa diduga terlibat dalam aksi kelompok bermotor yang meresahkan warga di wilayah Kecamatan Sindang, Sabtu (6/6/2026).
Peristiwa tersebut mencuat setelah beredarnya video berdurasi 54 detik di media sosial yang memperlihatkan seorang remaja diamankan oleh warga. Dalam video tersebut, remaja berinisial AG yang diketahui berasal dari Desa Lemahabang, Kecamatan Indramayu, tampak dimintai keterangan oleh warga terkait aktivitas kelompoknya.

Berdasarkan informasi yang beredar, remaja tersebut mengaku sebagai siswa SMAN 1 Sindang. Warga menduga kelompok yang bersangkutan terlibat dalam aktivitas geng motor dan diduga membawa senjata tajam saat berkonvoi di wilayah tersebut.
Reaksi Masyarakat
Video yang viral di media sosial tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Banyak pihak menyayangkan dugaan keterlibatan pelajar dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Dalam rekaman yang beredar juga terlihat adanya ketegangan antara warga dan remaja yang diamankan. Namun situasi berhasil diredam oleh warga lainnya sehingga tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi kasus ini. Mengingat pihak yang terlibat masih berstatus anak, penyebarluasan identitas maupun wajah secara masif di media sosial perlu memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk perlindungan terhadap anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Praktisi Hukum Soroti Pembinaan Pelajar
Praktisi hukum, Hasto Kristiyanto, menilai kasus tersebut menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan apabila dugaan keterlibatan pelajar dan kepemilikan senjata tajam terbukti benar.
“Ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa. Jika benar membawa senjata tajam, maka terdapat konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pembinaan terhadap pelajar harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan masyarakat.
Klarifikasi Kepala Sekolah
Kepala SMAN 1 Sindang, Sugeng Prayitno, S.Pd., M.Pd., melalui humas sekolah memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.
Menurut Sugeng, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Sekolah senantiasa mengajarkan nilai-nilai positif, mulai dari budi pekerti, pendidikan agama hingga penguatan karakter melalui program Pancawaluya. Namun kejadian yang berlangsung pada dini hari tentu berada di luar pengawasan langsung pihak sekolah,” jelasnya.
Ia menegaskan pihak sekolah tidak akan mentoleransi pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh peserta didik.
“Apabila terbukti melanggar aturan, sekolah akan memberikan sanksi sesuai tata tertib dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
KCD Pendidikan Belum Berikan Keterangan
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan terhadap sekolah-sekolah di wilayah kerjanya.
Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari berbagai pihak, baik sekolah, orang tua maupun pemerintah, guna mencegah keterlibatan pelajar dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum serta menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Jurnalis,Thoha
![]()
