Oplus_16908288
Oleh: Bahrudin El-Shiraaz
Penulis dan Pegiat Kajian Keislaman Kontemporer
Aswinnews.com
Dunia sedang bergerak menuju babak baru yang penuh ketidakpastian. Konflik antarnegara, perang ekonomi, perebutan sumber daya alam, hingga persaingan teknologi global telah membentuk wajah geopolitik internasional yang semakin keras dan kompleks. Negara-negara besar kini tidak lagi hanya bertarung dengan senjata, tetapi juga melalui pengaruh ekonomi, media, energi, penguasaan data, dan teknologi digital.
Perang Rusia-Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, serta konflik di Laut Cina Selatan menjadi tanda bahwa dunia tengah mengalami perubahan besar dalam peta kekuasaan global. Dalam situasi seperti ini, negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dituntut memiliki kewaspadaan politik, kemandirian ekonomi, serta keteguhan moral agar tidak menjadi korban perebutan kepentingan global.
Geopolitik modern tidak lagi hanya berkaitan dengan kekuatan militer. Saat ini, tekanan dapat hadir dalam bentuk embargo ekonomi, permainan mata uang, penguasaan pangan, manipulasi informasi, hingga jebakan utang internasional. Negara yang lemah secara ekonomi akan mudah ditekan secara politik, sedangkan negara yang bergantung pada impor pangan dan teknologi akan kesulitan berdiri mandiri di tengah badai global.
Kita menyaksikan bagaimana banyak negara kaya sumber daya justru terjebak dalam kemiskinan struktural akibat kegagalan membangun kemandirian nasional. Kekayaan alam dikuasai korporasi asing, sementara rakyat hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Inilah bentuk baru kolonialisme modern yang bekerja secara lebih halus, namun memiliki dampak yang sangat nyata.
Dalam perspektif Islam, kekuatan umat tidak hanya diukur dari jumlah penduduk atau kekayaan alam, tetapi juga dari kualitas ilmu pengetahuan, persatuan sosial, dan keadilan kepemimpinan. Peradaban Islam di masa lalu pernah menjadi pusat geopolitik dunia karena mampu memadukan moralitas, ilmu, dan kekuatan ekonomi dalam satu bangunan peradaban yang kokoh.
Sayangnya, banyak negeri Muslim saat ini justru terpecah oleh konflik internal, fanatisme politik, dan ketergantungan ekonomi kepada kekuatan asing. Akibatnya, umat Islam lebih sering menjadi objek percaturan global daripada menjadi subjek yang menentukan arah dunia.
Indonesia sebagai negara besar memiliki posisi strategis dalam geopolitik internasional. Letak geografis yang berada di jalur perdagangan dunia menjadikan Indonesia memiliki nilai penting di mata kekuatan global. Namun, posisi strategis tersebut dapat menjadi kekuatan sekaligus ancaman. Jika bangsa ini lemah secara moral dan ekonomi, maka kepentingan asing akan lebih mudah masuk dan memengaruhi arah kebijakan nasional.
Karena itu, bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran geopolitik dan keberanian moral. Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang dapat membaca arah perubahan dunia, bukan sekadar menjadi konsumen informasi global. Media juga harus menjadi sarana pencerdasan masyarakat, bukan sekadar arena propaganda dan sensasi politik.
Jumat adalah momentum refleksi. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang semakin gaduh, umat Islam perlu kembali menyadari bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada senjata dan kekayaan, tetapi juga pada iman, persatuan, dan keadilan sosial. Dunia boleh berubah dan peta politik dapat bergeser, namun nilai kebenaran dan kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa.
Jika umat terus terpecah, sibuk dalam konflik kecil, dan kehilangan arah peradaban, maka kita hanya akan menjadi penonton dalam drama besar geopolitik internasional. Namun apabila umat mampu bangkit dengan ilmu, persatuan, dan kesadaran sejarah, maka bukan tidak mungkin Indonesia dan dunia Islam kembali menjadi kekuatan moral yang dihormati dunia.
Redaksi | Aswinnews.com – Tajam, Berimbang, dan Ter-Update.
INDRAMAYU, –aswinnews.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB JAYA) Kabupaten Indramayu…
Rembang, Aswin News– Suasana semarak kemerdekaan sudah terasa di seluruh penjuru Kota Rembang. Sejak peringatan…
Batam –aswinnews.com- Menindaklanjuti laporan Aliansi Masyarakat Sei Beduk Peduli (AMSBP), Tim Kejaksaan Negeri Batam turun…
Sigli —aswinnews.com- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Anwar Sastra Putra, S.H., yang akrab…
Langkat | Aswin News Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 3 Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat,…
PONTIANAK –aswinnews.com- Kepala Bidang Investigasi DPD Asosiasi Wartawan Internasional / ASWIN Kalimantan Barat, Nardi M,…