Oplus_16908288
Indramayu, Aswinnews.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Bogor sekaligus Guru Besar Kelautan dan Perikanan IPB University, Rokhmin Dahuri, menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Pelaku Didik Ke-43 yang digelar di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Ahad (3/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 2.700 peserta, termasuk pimpinan Ponpes Al-Zaytun Abdussalam Panji Gumilang, jajaran akademisi, pengurus yayasan, tenaga pendidik, mahasiswa, santri, hingga perwakilan petani dan wali pelajar.
Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin mengangkat tema “Mewujudkan Transformasi Pendidikan Berasrama untuk Mendukung Indonesia Emas 2045”. Ia menekankan bahwa sejak masa keemasan peradaban Islam, pendidikan telah menjadi fondasi utama kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
Ia mencontohkan tokoh-tokoh besar seperti Al-Ghazali, Ibn Sina, Ibn Khaldun, dan Al-Khawarizmi yang berhasil mengintegrasikan ilmu agama dan sains secara harmonis.
“Dalam konteks modern, sistem pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari ketertinggalan Iptek, kemiskinan, krisis moral, hingga kerusakan lingkungan,” ujar Prof. Rokhmin.
Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa sistem pendidikan Islam berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis dengan tujuan membentuk insan kamil (manusia paripurna). Karakteristik utamanya meliputi:
Ia juga memaparkan sejumlah keunggulan pendidikan Islam, antara lain pendekatan holistik, pembentukan karakter (akhlak mulia), keseimbangan hidup, dorongan terhadap keadilan sosial, serta berbasis keberlanjutan lingkungan.
Dalam menghadapi era global, Prof. Rokhmin menekankan pentingnya transformasi melalui:
Menurutnya, pendidikan berasrama seperti pesantren merupakan model nyata implementasi sistem pendidikan Islam di Indonesia.
Mengutip data Kementerian Agama RI tahun 2025, jumlah pesantren di Indonesia mencapai lebih dari 42 ribu dengan sekitar 1,6 juta santri, dengan Pulau Jawa sebagai wilayah dominan.
Prof. Rokhmin menegaskan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar dalam pembangunan nasional, baik di bidang:
“Pesantren adalah lembaga yang sangat tepat untuk menyelaraskan IMTAQ dan IPTEK,” tegasnya.
Ke depan, Prof. Rokhmin menyoroti beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan, antara lain:
Ia menutup dengan menegaskan bahwa masa depan pesantren bertumpu pada tiga pilar utama: kurikulum unggul, sumber daya manusia berkualitas, dan kemandirian ekonomi.
“Pesantren terus bertransformasi menuju sistem modern yang memadukan nilai keislaman, kurikulum nasional, dan teknologi digital untuk mencetak generasi berdaya saing global,” pungkasnya.
Penulis Thoha l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
Cirebon – AswinNews.com —The 2026 Collaborative Dialogue involving BNNK Cirebon, KOREM 063/SGJ, OJK Cirebon, and…
Cirebon – AswinNews.com —Acara Sarasehan Bersama Kolaborasi 2026 yang melibatkan BNNK Cirebon, KOREM 063/SGJ, OJK…
PURWAKARTA, Aswinnews.com — Penantian panjang warga Kampung Babakan Calibur, Desa Depok, Kecamatan Darangdan akhirnya terwujud.…
PURWAKARTA, Aswinnews.com — Turnamen sepak bola usia dini Piala Bupati Purwakarta Liga Jabar Istimewa U-14…
Indramayu, Aswinnews.com – Pondok Pesantren Al Zaytun menggelar kegiatan Pelatihan Pelaku Didik ke-43 dengan tema…
Indramayu – AswinNews.com — Ratusan nelayan dan juragan yang tergabung dalam Gerakan Nelayan Pantura (GNP)…