dr. Fajriman: Jejak Pengawasan Yang Hidup Dalam Denyut Kemanusiaan

Oleh,Drs.M.Isa Alima
Pemerhati Kebijakan Publik Aceh

Pidie Jaya –AswinNews.Com- dr. Fajriman adalah p Hbotret pengabdian yang tidak lahir dari sorotan lampu, melainkan dari ruang-ruang sunyi pelayanan tempat nyawa dan harapan sering bertemu di ujung yang rapuh.

Di Pidie Jaya, namanya tidak sekadar tercatat sebagai pejabat kesehatan. Ia melekat sebagai bagian dari perjalanan perubahan: dari sistem yang bertumbuh, menuju layanan yang lebih manusiawi dan terukur.

Pemerhati Kebijakan Publik Aceh, Drs. M. Isa Alima, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas amanah baru yang kini diemban beliau sebagai Staf Ahli Bupati Pidie Jaya.

Bersaing Atau Berbeda Arah? Aceh Jangan Jadi Penonton Di Tanah Sendiri

Sebuah perjalanan panjang yang tidak sederhana. Dari ruang pelayanan dasar hingga kursi kebijakan strategis, dr. Fajriman telah melewati fase-fase pengabdian yang membentuk keteguhan dan ketajaman visi.

Saat dipercaya memimpin RSUD Pidie Jaya, perubahan itu terasa nyata dan bertahap, seperti air yang mengikis kerasnya batu bukan dengan kekuatan, tetapi dengan konsistensi. Status rumah sakit meningkat dari tipe C menjadi tipe B, sistem BLUD diperkuat, dan akreditasi paripurna berhasil diraih – sebuah penanda bahwa standar pelayanan tidak lagi berjalan biasa, tetapi bergerak menuju kualitas yang lebih tinggi.

Namun yang lebih penting dari semua capaian administratif itu adalah denyut kemanusiaannya.

Di bawah kepemimpinannya, rumah sakit bukan hanya bangunan medis, tetapi ruang pulihnya harapan. Penguatan SDM dilakukan, fasilitas diperbarui, dan layanan diperluas hingga menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat. Program antar-jemput pasien gratis menjadi bukti bahwa pelayanan tidak berhenti di pintu rumah sakit. Bahkan, inovasi layanan persalinan yang terhubung langsung dengan penerbitan akta kelahiran menghadirkan satu makna penting: kehidupan disambut dengan lebih bermartabat sejak awal.

Di titik itulah terlihat jelas: kepemimpinan bukan hanya soal struktur, tetapi soal rasa.

Kini, ketika amanah baru sebagai Staf Ahli Bupati Pidie Jaya di bidang hukum dan politik mulai dijalani, harapan pun ikut bergerak. Pengalaman panjang di sektor kesehatan menjadi modal berharga untuk membaca kebijakan dengan lebih dalam – bukan sekadar dari teks aturan, tetapi dari denyut kebutuhan masyarakat.

Drs. M. Isa Alima menegaskan bahwa jejak pengabdian seperti ini tidak berhenti pada jabatan. Ia hidup dalam ingatan masyarakat, dalam sistem yang pernah diperbaiki, dan dalam layanan yang pernah dipermudah.

“Selamat dan sukses atas amanah baru. Apa yang telah dilakukan bukan hanya tercatat dalam administrasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan kemajuan daerah,” demikian apresiasi yang mengalir penuh hormat.

Pada akhirnya, jabatan hanyalah persinggahan. Yang kekal adalah jejak pengabdian.

Baca juga Srikandi Demokrat Jombang Gelar Halal Bihalal Dan Pijat Terapi

Dan di Pidie Jaya, nama dr. Fajriman akan tetap berdiri sebagai penanda bahwa perubahan yang besar sering dimulai dari kerja yang diam – namun konsisten, tulus, dan tidak pernah lelah.
Jurnalis,Drs.M.Isa Alima

Redaksi,AswinNews.Com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *