Oplus_16908288
Purwakarta, Aswinnews.com — Keributan yang terjadi di sebuah acara hajatan di Kampung Cikadu RT 09/04, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berujung tragis. Seorang warga sekaligus tuan rumah, Dadang (57), dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan, Sabtu (4/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di lokasi hiburan organ tunggal yang digelar dalam rangka hajatan keluarga korban.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 14.00 WIB, sekelompok pria berjumlah kurang lebih 10 orang datang ke lokasi dalam kondisi diduga mabuk.
Sekitar satu jam kemudian, salah satu pelaku mendatangi korban dan meminta uang tambahan untuk membeli minuman keras. Korban sempat memberikan uang sebesar Rp100.000. Namun, tidak lama berselang, pelaku kembali meminta uang sebesar Rp500.000, yang kemudian ditolak oleh korban.
Penolakan tersebut diduga memicu keributan. Situasi di dalam tenda memanas, bahkan sempat terjadi gangguan terhadap jalannya hiburan organ tunggal.
Korban kemudian keluar dari tenda, namun justru diikuti oleh tiga orang pelaku. Di luar lokasi, korban diduga mengalami penganiayaan menggunakan potongan bambu yang mengenai bagian punggung dan kepala.
Sekitar pukul 15.30 WIB, korban terjatuh dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara para pelaku langsung melarikan diri.
Korban diketahui bernama
Dadang, lahir di Purwakarta, 22 September 1968 .Alamat: Kp. Cikadu RT 09/04, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka Sementara salah satu pelaku yang telah teridentifikasi:
Kendi Renaldi (34) Warga Kp. Babakan Bandung, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka
Saat ini jenazah korban berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk keperluan autopsi, sebelum dimakamkan di rumah duka di wilayah Kecamatan Plered.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa salah satu pelaku, Kendi Renaldi, telah menyerahkan diri ke Polres Purwakarta. Sementara pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, di antaranya:
Berdasarkan hasil sementara, keributan diduga dipicu oleh permintaan uang dari pelaku untuk membeli minuman keras yang tidak dipenuhi oleh korban. Para pelaku disebut datang dalam kondisi mabuk.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, serta mengantisipasi potensi gangguan akibat konsumsi minuman keras di tengah kegiatan masyarakat.
Penulis: RK | Redaksi Aswinnews
Tajam, Berimbang, dan Ter-Update
Sigli-AswiNews.com-Di tengah dinamika pelayanan kesehatan yang terus berkembang, Direktur RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli, drg.…
Purwakarta, Aswinnews.com – April 2026(KMP) mengungkap temuan serius yang mengarah pada dugaan tindak pidana lingkungan…
Bengkulu – AswinNews.com —Mencuatnya kabar pegawai Kelurahan Malabro tidak menerima gaji selama tiga bulan memicu…
Purwakarta Aswinnews.com– Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan hari ulang tahun (milad) ke-47 Bunda…
Kediri -aswinnews.com- Sisawa Kelas XI tehnik Pengelasan dan Fabrikasi Logam ( TPFL ) 1 dari…
BANDA ACEH – AswinNews.com — Ada bentuk kerja yang tak membutuhkan sorak sorai, namun dampaknya…