Categories: umum

Instruksi Presiden Prabowo: Tak Ada Lagi Anak Sekolah Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Oleh: Drs.M. Isa Alima
Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh

JAKARTA – Sudah terlalu lama wajah pembangunan kita hanya bersolek di etalase kota besar. Narasi modernisasi transportasi darat, laut, dan udara sering kali terjebak pada kepentingan ekspansi bisnis dan mobilitas kaum pengusaha. Sementara itu, di jantung-jantung desa yang tersembunyi di balik rimbunnya hutan Nusantara, ada jeritan yang nyaris tak terdengar: jeritan anak-anak sekolah yang bertaruh nyawa menyeberangi derasnya arus sungai demi secercah ilmu.

Baca juga. Zulfadli Turun ke Sawah: Wakil Rakyat PKB Pidie Bersihkan Irigasi Demi Petani

Kritik tajam ini bukan tanpa alasan. Ketimpangan akses transportasi antara wilayah urban dan rural telah menciptakan jurang keadilan yang nyata. Namun, secercah harapan kini muncul dari Istana. Pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Darurat Jembatan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi sinyal bahwa negara mulai memalingkan wajahnya ke arah “titik buta” pembangunan tersebut.

Jawaban Atas “Transportasi Rakyat Jelata”

Bagi rakyat di pelosok, kata “transportasi” tidak butuh definisi yang muluk seperti kereta cepat atau bandara internasional. Bagi mereka, transportasi yang paling mewah adalah sebuah jembatan kokoh. Jembatan yang menghubungkan rumah dengan sekolah, jembatan yang menyambungkan petani dengan pasar, dan jembatan yang memastikan tidak ada lagi nyawa yang hanyut terbawa arus saat musim penghujan tiba.

Instruksi Presiden Prabowo untuk membangun 300.000 jembatan di pelosok-pelosok desa adalah sebuah terobosan taktis dari kacamata kebijakan publik. Ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah “infrastruktur kemanusiaan”. Proyek ini merupakan jawaban nyata atas apa yang saya sebut sebagai “transportasi rakyat jelata” sebuah hak dasar yang selama ini sering kali terabaikan oleh silau pembangunan jalan tol.

Pesan Presiden: “Anak-anakku Sabar, Tahun Depan Berdiri”

Kalimat emosional Presiden Prabowo yang meminta anak-anak sekolah untuk bersabar karena jembatan tersebut ditargetkan sudah berdiri tahun depan, adalah sebuah kontrak politik yang sakral. Satgasus yang telah dibentuk kini memikul beban sejarah. Desain yang sudah dirancang dengan matang jangan sampai hanya menjadi tumpukan dokumen di atas meja birokrasi yang berdebu.

Baca juga. Gubernur Aceh Resmikan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Stadion Aceh Jaya Salem

Kita tidak boleh lagi melihat video-video menyayat hati anak-anak di Desa Sirnasari, para pelajar di Nias, hingga pelosok Aceh yang harus pulang sekolah dalam keadaan basah kuyup karena ketiadaan akses. Janji “tahun depan berdiri” adalah komitmen yang akan terus ditagih oleh rakyat sebagai bukti nyata kehadiran negara di garda terdepan pendidikan.

Melawan “Mafia” Pembangunan Di Pelosok

Sebagai pemerhati kebijakan, saya menekankan bahwa urgensi pembangunan 300.000 jembatan ini harus dibarengi dengan pengawasan yang super ketat. Pembangunan di daerah terpencil sering kali menjadi ladang subur bagi para koruptor karena jauh dari pantauan mata publik dan media nasional.

Presiden sudah mengingatkan dengan tegas: para koruptor jangan coba-coba menyentuh anggaran untuk “anak negeri” ini. Satgasus harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar menjelma menjadi tiang pancang yang kokoh, bukan infrastruktur “seadanya” yang ambruk saat diterjang banjir pertama.

Penutup: Keadilan Di Ujung Jembatan

Membangun Nusantara bukan hanya soal memoles wajah kota-kota besar agar terlihat megah di mata dunia. Kedaulatan sejati sebuah bangsa diuji dari bagaimana negara memperlakukan warga yang paling terisolasi.

Dengan hadirnya Satgasus Darurat Jembatan di bawah komando Presiden Prabowo, kita menanti masa depan di mana tidak ada lagi anak bangsa yang harus “berenang” menuju masa depan. Transportasi rakyat jelata harus menjadi prioritas utama, karena di ujung jembatan-jembatan desa itulah, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia benar-benar dipertaruhkan.

Redaksi ,AswinNews.Com

Abah Roy / Rohiman

Recent Posts

Pengeroyokan Tragis di Lapangan Bola Pangkalan Susu, Satu Pemuda Tewas, 4 Pelaku Berhasil Diringkus Polisi

​LANGKAT – Aswinnews.comPolsek Pangkalan Susu berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan secara bersama-sama (pengeroyokan) yang…

24 menit ago

Sukseskan Penguatan Ekoteologi, KUA Salapian Anjurkan Orangtua Bekali Pengantin Dengan Bibit Pohon

Salapian – AswinNews.com — Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab bersama, tetapi juga investasi bagi…

30 menit ago

Keributan Antar Rombongan di Cafe Padang Jati Berujung Laporan Polisi

BENGKULU – AswinNews.com — Keributan antar dua rombongan yang terjadi di salah satu tempat hiburan…

1 jam ago

Kapolres Pidie Serahkan Bantuan kepada Korban Puting Beliung di Kota Sigli

PIDIE – AswinNews.com — Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K menyerahkan bantuan sosial secara…

1 jam ago

Kelompok Pengunjung Sidang Kasus Paoman Picu Kemarahan Insan Pers Indramayu, Hina Profesi Jurnalis dengan Sebutan “Wartawan Soak”

INDRAMAYU – AswinNews.com — Suasana persidangan kasus Paoman di Pengadilan Negeri Indramayu yang semestinya berjalan…

1 jam ago

Pelepasan dan Perpisahan Siswa/Siswi Angkatan Ke-4 Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebahagiaan

SIGLI – AswinNews.com — MTsS Ahsan Qur’ani di bawah pimpinan Tgk. Balia Hasballah, anggota DPRK…

2 jam ago