Categories: umum

Iran Lebih Memilih Turki dan Pakistan Menjadi Mediator: Dimana Indonesia?

Oleh: Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM
Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional)

Di tengah eskalasi konflik yang kian mengkhawatirkan antara Iran dan blok Barat yang dipimpin Donald Trump, langkah Teheran menunjuk Turki dan Pakistan sebagai mediator menjadi sinyal geopolitik yang tidak boleh diabaikan. Keputusan ini bukan sekadar pilihan teknis diplomasi, melainkan cerminan bagaimana peta kekuatan global memandang siapa yang relevan—dan siapa yang tidak.

Pertanyaannya sederhana, namun menyentak kesadaran: Dimana Indonesia?

Padahal, Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran sebagai mediator dalam konflik global. Indonesia memiliki

Baca juga. Fantastis! Tunjangan Perumahan DPRD Serdang Bedagai Capai Rp4 Miliar per Tahun — Rakyat Meradang, LSM Angkat Bicara

legitimasi moral sebagai negara non-blok, kekuatan demografis sebagai negara Muslim terbesar di dunia, serta rekam jejak diplomasi damai dalam berbagai forum internasional. Namun realitas menunjukkan bahwa semua itu belum cukup.

Dalam dunia yang semakin ditentukan oleh kalkulasi kekuatan, moralitas tanpa daya tekan seringkali hanya menjadi suara yang didengar—tanpa pernah benar-benar dipertimbangkan.

Turki dipilih bukan tanpa alasan. Negara ini memiliki posisi geografis strategis di jantung konflik, kekuatan militer yang signifikan, serta keberanian memainkan politik “dua kaki”—berada di dalam NATO namun tetap menjaga hubungan dengan Rusia dan aktor regional lainnya. Sementara Pakistan menawarkan kedekatan geografis dengan Iran, status sebagai negara nuklir, serta jaringan pengaruh yang menjangkau hingga aktor-aktor non-negara di kawasan konflik.

Keduanya memiliki satu kesamaan penting: mereka relevan secara langsung dalam konflik.

Sebaliknya, Indonesia masih terjebak dalam zona nyaman diplomasi normatif—mengandalkan prinsip bebas aktif tanpa diiringi dengan penguatan leverage strategis. Indonesia dihormati, tetapi belum ditakuti. Didengar, tetapi belum diperhitungkan.

Ini bukan semata persoalan jarak geografis. Ini adalah persoalan keberanian politik dan kapasitas negara dalam memainkan peran di panggung global yang keras dan penuh kepentingan. Dalam konflik seperti Iran versus Amerika Serikat dan sekutunya, mediator harus tampil netral dan tidak cukup hanya netral—ia harus memiliki keberanian dan kemampuan untuk mempengaruhi, bahkan menekan kepada semua pihak yang bertikai.

Lebih jauh lagi, keputusan Iran ini mengirim pesan halus namun tegas: dunia tidak lagi bergerak dalam logika idealisme, melainkan realisme. Negara yang memiliki akses, kekuatan, dan keberanian akan berada di meja perundingan. Sementara yang hanya mengandalkan legitimasi moral akan tetap berada di pinggir panggung.

Bagi Indonesia, ini adalah momen refleksi yang krusial. Apakah kita puas menjadi “penonton terhormat” dalam percaturan global? Ataukah kita siap bertransformasi menjadi pemain yang diperhitungkan?

Jika Prabowo Subianto serius ingin membawa Indonesia ke level baru dalam politik internasional, maka langkah ke depan tidak bisa lagi bersifat simbolik. Indonesia harus berani keluar dari bayang-bayang diplomasi retoris dan mulai membangun kekuatan nyata—baik dalam aspek pertahanan, intelijen, maupun pengaruh geopolitik.

Baca juga Gengsi Politik MBG dan Narasi Populis yang Semu: Moratorium Total Sebuah Solusi

Tanpa itu, setiap tawaran mediasi hanya akan terdengar sebagai niat baik yang sopan, tetapi tidak mendesak.

Dan dunia, seperti yang sedang kita saksikan hari ini, tidak bergerak oleh kesopanan. Dunia bergerak oleh keberanian dan kekuatan.[]**

Redaksi, AswinNews.Com

Abah Roy / Rohiman

Recent Posts

Keributan Antar Rombongan di Cafe Padang Jati Berujung Laporan Polisi

BENGKULU – AswinNews.com — Keributan antar dua rombongan yang terjadi di salah satu tempat hiburan…

17 menit ago

Kapolres Pidie Serahkan Bantuan kepada Korban Puting Beliung di Kota Sigli

PIDIE – AswinNews.com — Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K menyerahkan bantuan sosial secara…

26 menit ago

Kelompok Pengunjung Sidang Kasus Paoman Picu Kemarahan Insan Pers Indramayu, Hina Profesi Jurnalis dengan Sebutan “Wartawan Soak”

INDRAMAYU – AswinNews.com — Suasana persidangan kasus Paoman di Pengadilan Negeri Indramayu yang semestinya berjalan…

36 menit ago

Pelepasan dan Perpisahan Siswa/Siswi Angkatan Ke-4 Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebahagiaan

SIGLI – AswinNews.com — MTsS Ahsan Qur’ani di bawah pimpinan Tgk. Balia Hasballah, anggota DPRK…

1 jam ago

Dugaan Salah Objek Eksekusi Tanah PAUD, Kuasa Hukum: Seluruh yang Terlibat Berpotensi Dipidana

Pagar Dewa, Kota Bengkulu – AswinNews.com — Polemik sengketa lahan yang menyeret sebuah PAUD ke…

2 jam ago

Berlangsung Khidmat, Walikota Langsa Jeffry Sentana Pimpin Upacara Harkitnas Ke-118 Tahun 2026

Langsa Aawinnews.com– Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di…

6 jam ago