Capaian WTP Dan Penguatan Inovasi Digital sebagai Fondasi Kepercayaan Publik Dan Arah Baru Ekonomi Aceh

BANDA ACEH, Aswinnews.com – Drs. Isa Alima, pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh yang juga mantan anggota DPRK Pidie, mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta konsistensi penguatan inovasi digital yang terus ditorehkan di bawah kepemimpinan Direktur Utama Fadhil Ilyas

Menurut Isa Alima, capaian WTP bukan sekadar keberhasilan administratif atau prestasi laporan keuangan tahunan, melainkan penanda penting dari tata kelola yang sehat, disiplin organisasi, dan komitmen kuat terhadap transparansi.

Baca Juga Isa Alima Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Bahron Bakti: Saatnya Aceh Penuhi Kebutuhan Kepemimpinan Kebencanaan Visioner

“WTP adalah suara sunyi dari kerja yang tertib. Ia lahir dari integritas yang dijaga hari demi hari, bukan dari kebetulan,” ujarnya.

Ia menilai, di tengah sorotan publik terhadap lembaga keuangan daerah, justru menunjukkan arah yang menenangkan: keuangan yang patuh, manajemen yang tertata, dan kepemimpinan yang memahami zaman. Capaian tersebut, kata Isa, menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap bank milik daerahnya sendiri.

Selain capaian WTP, Isa Alima juga menyoroti langkah progresif Bank Aceh Syariah dalam memperkuat transformasi digital. Baginya, digitalisasi bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi bagian dari perubahan cara melayani.

“Inovasi digital adalah jembatan antara lembaga dan rakyat. Ia memangkas jarak, mempercepat layanan, dan menghadirkan rasa adil dalam akses,” ungkapnya.

Baca Juga ASWIN Rembang Bagikan Ratusan Takjil, Ludes Dalam Hitungan Menit

Isa menegaskan bahwa di era perubahan cepat, bank daerah tidak boleh berjalan tertatih. Bank Aceh Syariah, menurutnya, mulai menunjukkan keberanian untuk berlari mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, terutama generasi muda, pelaku UMKM, dan masyarakat di wilayah terpencil.

Lebih jauh, Isa melihat Bank Aceh Syariah memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi . Dengan prinsip syariah sebagai landasan, bank ini memikul tanggung jawab moral untuk tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memastikan keberpihakan pada ekonomi rakyat.

“Ketika tata kelola yang baik bertemu teknologi dan nilai syariah, di sanalah ekonomi daerah menemukan arah yang bermartabat,” katanya.

Ia berharap capaian WTP dan penguatan digitalisasi ini tidak berhenti sebagai catatan institusional, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, mulai dari kemudahan layanan, peningkatan pembiayaan UMKM, hingga dukungan nyata terhadap pembangunan daerah.

Menutup pernyataannya, Isa Alima menyampaikan keyakinan bahwa Kepemimpinan Fadhil Ilyas telah meletakkan fondasi yang tepat bagi masa depan .

“Aceh membutuhkan bank daerah yang tidak hanya patuh aturan, tetapi visioner membaca zaman. Bank Aceh Syariah sedang melangkah ke arah itu, tenang, tapi pasti,” pungkasnya.


Penulis: Drs. M. Isa Alima | Redaksi Aswinnews – Tajam, Berimbang dan Ter-Update

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *