Oplus_16908288
PRINGSEWU – Aswinnews.com — Aktivitas tambang galian C di Dusun Sari Bumi, Pekon Wates Selatan, Kabupaten Pringsewu, dikeluhkan warga karena menyebabkan jalan rusak parah dan sulit dilalui. Selain mengganggu mobilitas masyarakat, aktivitas tersebut juga diduga berkontribusi terhadap banjir besar yang sempat melanda wilayah itu.
Warga menyebut, aktivitas penggalian telah berlangsung cukup lama dengan pergantian pemborong secara berkala. Saat ini, tambang disebut-sebut dikelola oleh seseorang bernama Sandi. Setiap hari, sedikitnya 10 hingga 20 truk pengangkut material melintasi jalan dusun.
“Pemborongnya ganti-ganti, yang sekarang Pak Sandi namanya. Lewat sini setiap hari, mobil pengangkutnya sedikitnya 10, kadang sampai 20 mobil. Ya gimana nggak rusak,” ujar seorang warga yang tinggal di pinggir jalan.
Baca Juga SDN Tangerang 2 Tanamkan Nilai Kepahlawanan Lewat Kunjungan Edukasi Ke TMP Taruna
Akibat lalu lalang kendaraan berat, kondisi jalan menjadi berlubang, becek saat hujan, dan berdebu saat kemarau. Warga yang bermukim di sekitar lokasi mengaku sempat menerima kompensasi berupa uang tunai Rp50 ribu, beras 5 kilogram, dan minyak goreng. Namun bantuan tersebut hanya diberikan satu kali dan tidak merata.
“Itu memang dikasih ganti rugi, uang kompensasi debu lima puluh ribu, cuma baru itu. Sama kemarin beras lima kilo dan minyak, sudah. Dan yang dikasih cuma yang dekat sini aja, yang pinggir jalan,” ungkap warga lainnya.
Secara regulasi, perusahaan tambang memang tidak diwajibkan memberikan kompensasi tunai langsung, tetapi harus melaksanakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program tersebut biasanya diwujudkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, atau program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Warga menilai bantuan yang diterima belum mencerminkan tanggung jawab sosial yang seharusnya.
Baca Juga DPC IWAPI Indramayu Gelar Rakercab, HUT ke-51, dan Pelantikan 13 DPRan, Dihadiri Bupati Lucky Hakim
Kekecewaan juga datang dari pemilik lahan yang sebelumnya memberikan akses jalan untuk masyarakat. Ia mengaku kini menyesal karena kondisi jalan justru semakin rusak.
“Sebenarnya saya dulu kasih jalan, ternyata ya kayak gini. Nggak bisa ngomong lagi, saya sudah malas ngomong,” ucapnya dengan nada kesal.
Warga berinisial MR (34) juga mengeluhkan kondisi jalan yang kian memprihatinkan.
“Jalan kaki susah. Saya naik motor saja kotor kayak gitu. Jalan kaki aja sampai jinjing- jinjing baju, susah,” katanya.
Menurut pengakuan warga, laporan ke aparat pekon sebelumnya belum membuahkan hasil signifikan.
“Sudah, katanya suruh timbun-timbun saja,” ujar ibu MR menirukan respons aparat setempat.
Warga juga menyoroti kemungkinan kaitan antara aktivitas penggalian dengan banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu di Sari Bumi.
“Kemarin Sari Bumi banjir gede, mungkin dampak dari situ ya? Dampak dari digundulin ini,” katanya penuh kekhawatiran.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk memperbaiki jalan serta menertibkan aktivitas tambang agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.
“Harapannya supaya dibagusin, biar nggak becek, nggak debu,” pinta warga Dusun Sari Bumi, Pekon Wates Selatan.
Penulis Hayat l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
Cirebon –21 Mei 2026- AswinNews.com — Pondok Pesantren Madinatunnajah Kota Cirebon menggelar kegiatan Haflah Ikhtitam…
Langkat AswinNews,com. - Di tengah situasi gangguan kelistrikan atau black out yang terjadi di sejumlah…
Aceh 24 Mei 2026 –AswinNews.com- Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, H. Fadhullah, S.E.,…
Rembang, Aswinnews.com – Asosiasi Wartawan Internasional DPC Kabupaten Rembang menggelar kegiatan silaturahmi bersama jajaran pengurus…
Pidie, Aswinnews.com – Tim Penggerak PKK Kecamatan Geumpang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan…
Langsa – AswinNews.com — Ribuan warga memadati kawasan Lapangan Merdeka Kota Langsa dalam kegiatan Car…