Klarifikasi Kadinkes MBD Soal Dugaan Pengadaan Obat Fiktif Rp400 Juta,

Ini Hasil Penelusuran AswinNews
Maluku Barat Daya – AswinNews.com —
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku,

Marten Rahakbau, akhirnya angkat bicara menanggapi unggahan LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) di media sosial Facebook yang mendesak Kejaksaan Negeri Moa untuk memanggil dan memeriksanya terkait dugaan pengadaan obat-obatan fiktif tahun anggaran 2025 senilai Rp400 juta.

Dalam unggahan tersebut, LSM LIRA menuding adanya pengadaan obat-obatan yang tidak jelas realisasinya dan diduga fiktif.

Unggahan itu pun menuai perhatian publik dan memicu pertanyaan soal transparansi pengelolaan anggaran di sektor kesehatan MBD.
Saat dikonfirmasi AswinNews.com di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026),

Marten Rahakbau mengaku keberatan atas tudingan tersebut. Ia menilai informasi yang disampaikan di media sosial tidak berimbang karena tidak didahului klarifikasi kepada pihak terkait.

“Seharusnya dikonfirmasi dulu sebelum dimuat di Facebook.

Jangan langsung menyimpulkan seolah-olah pengadaan itu fiktif,” tegas Rahakbau.

Ia menjelaskan bahwa pengadaan obat-obatan tahun 2025 memang mengalami kendala teknis pada tahap distribusi, khususnya pengiriman dari Jakarta ke wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya yang sangat bergantung pada transportasi udara.

“Sebagian paket obat sempat dikembalikan ke penyedia untuk dilengkapi dokumen dan kemasan. Pengiriman juga dilakukan bertahap karena keterbatasan kapasitas bagasi pesawat. Bahkan ada petugas kami yang harus menjemput langsung ke bandara,” jelasnya.

Rahakbau menegaskan tidak ada pengadaan fiktif sebagaimana yang dituduhkan, melainkan persoalan teknis logistik yang menyebabkan keterlambatan distribusi.
Investigasi AswinNews.com
Berdasarkan penelusuran AswinNews.com, Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan wilayah kepulauan dengan akses transportasi yang terbatas. Distribusi logistik kesehatan sangat bergantung pada jadwal penerbangan perintis dengan kapasitas muatan yang kecil, sehingga pengiriman barang kerap dilakukan secara bertahap.

Baca juga Sukseskan Program Pemerintah,TNI AL Laksanakan Makan Bergizi Gratis Di Jakarta

Sumber AswinNews.com yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir keterlambatan pengiriman obat-obatan ke MBD kerap terjadi bukan hanya pada tahun 2025, melainkan juga pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun demikian, AswinNews.com menilai tudingan LSM LIRA tidak bisa serta-merta diabaikan. Dugaan pengadaan fiktif tetap perlu diuji melalui mekanisme audit dan pemeriksaan resmi oleh aparat penegak hukum atau inspektorat daerah agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan.

AswinNews.com masih berupaya mengonfirmasi pihak LSM LIRA terkait dasar data dan bukti yang digunakan dalam unggahan tersebut.

AswinNews.com menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini secara objektif, profesional, dan berimbang demi kepentingan publik serta transparansi pengelolaan anggaran negara.

🖊️ Laporan Jurnalis: Sembako dan lainnya
✍️ Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *