Bakesbangpol Jabar Gelar Sosialisasi Literasi Digital Dan Anti-Hoaks Di Indramayu

INDRAMAYU, Aswinnews.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan sosialisasi literasi digital dan anti-hoaks bertajuk “Ngabedakeun Kaler Jeung Kidul” (Membedakan Utara dan Selatan) di Gedung PGRI Kabupaten Indramayu, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memerangi penyebaran hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.

Sosialisasi tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari guru, pelajar, serta tokoh masyarakat. Acara dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpol Jawa Barat, Dr. H. Ahmad Zaky, yang menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam membedakan informasi yang valid dan menyesatkan.

Baca Juga Kasus Dugaan Keracunan MBG di SMPN 10 dan SMAN 3 Magelang Masih Misterius

“Di tengah banjir informasi digital, kita harus bisa ngabedakeun kaler jeung kidul, artinya bijak menyaring fakta dari hoaks, seperti membedakan arah utara dan selatan agar tidak tersesat,” ujarnya dalam sambutan.

Dalam kegiatan ini, Bakesbangpol Jabar menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Barat serta pakar media digital. Materi yang disampaikan meliputi teknik verifikasi berita, pengenalan hoaks politik, serta pemanfaatan platform digital secara aman dan bertanggung jawab.

Baca Juga Klarifikasi Kadinkes MBD Soal Dugaan Pengadaan Obat Fiktif Rp400 Juta,

Peserta juga diajak melakukan praktik langsung melalui simulasi pengecekan fakta menggunakan berbagai alat digital, seperti Google Fact Check Tools dan Cek Fakta.com.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Indramayu melalui Sekretaris Bakesbangpol, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap informasi, khususnya menjelang Pemilu 2029.

“Indramayu termasuk daerah yang rawan penyebaran hoaks karena tingginya penggunaan media sosial. Karena itu, sosialisasi ini sangat tepat sasaran,” katanya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang guru SMAN 1 Indramayu, Siti Nurhaliza, berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.

Baca Juga Pengawasan Dana BOS Nasional Diuji, Pengelolaan Rp2,6 Miliar di SMKN 1 Sei Rampah Jadi Sorotan

“Anak-anak sekarang sudah sangat mahir menggunakan gawai, tetapi literasi digitalnya masih perlu ditingkatkan agar tidak mudah terjebak hoaks,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada peserta serta deklarasi anti-hoaks bersama sebagai bentuk komitmen menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab.


Penulis Thoha l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *