🖋️ Jurnalis: Rikardo Nm, SE
📷 Kontributor: Petani Serdang Bedagai
🖥️ Editor: Redaksi | AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Serdang Bedagai – AswinNews.com
Senin, 26 Januari 2026 | 14.25 WIB, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menunjukkan bukti nyata keberhasilan pertanian padi organik berkelanjutan melalui kegiatan Panen Raya Padi Organik yang digelar di lahan demplot Pupuk Benteng Tani milik Ir. Soekirman, Duta Organik Asia. Kegiatan ini menjadi representasi konkret bahwa pertanian organik mampu menghasilkan produktivitas tinggi, berdaya saing ekonomi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Panen Raya Padi Organik sebagai bukti implementasi pertanian organik modern yang produktif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap krisis iklim. Lokasi Lahan demplot Pupuk Benteng Tani, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara
Diselenggarakan oleh komunitas petani organik Serdang Bedagai bersama:
- Ir. Soekirman (Duta Organik Asia)
- PT Karunia Rotorindo Tani / Pupuk Benteng Tani
- Pemerintah daerah dan provinsi
- BMKG Sumatera Utara
- Akademisi dan asosiasi pertanian
- Perwakilan internasional dari Malaysia (Universiti Putra Malaysia)
Sebagai respon terhadap:
- Kerusakan tanah akibat input kimia jangka panjang
- Krisis iklim global
- Ketergantungan petani pada pupuk anorganik
- Ketahanan dan kedaulatan pangan nasional
Keberhasilan dicapai melalui integrasi:
- Inovasi pupuk organik respon cepat
- Pendampingan data iklim BMKG
- Edukasi lapangan berkelanjutan
- Kolaborasi lintas sektor nasional dan internasional
- Pendekatan ekosistem pertanian terpadu
Inovasi Pupuk Organik Berbasis Sains
Owner Pupuk Benteng Tani, Robin Hat Sitepu, menjelaskan bahwa inovasi pupuk organik yang dikembangkan PT Karunia Rotorindo Tani merupakan hasil riset panjang sejak 2016.
“Pupuk Benteng Tani tetap berbasis organik, tetapi diperkaya hormon tanaman, GPT, asam amino, dan eco enzyme. Tanaman merespons cepat, sementara tanah dipulihkan secara bertahap,” ujarnya.
Melalui Yayasan Tata Peduli Tani Nusantara, lebih dari 5.000 petani di empat provinsi telah menerima edukasi dan distribusi pupuk organik secara gratis.
Data Iklim sebagai Fondasi Produksi
Perwakilan BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Utara, Wahyudi, menegaskan pentingnya integrasi data iklim dalam sistem pertanian modern.
“Petani yang berbasis data iklim memiliki daya adaptasi lebih kuat terhadap perubahan cuaca ekstrem,” katanya.
BMKG sejak 2023 aktif melakukan Sekolah Lapang Iklim di wilayah demplot Ir. Soekirman.
Dukungan Pemerintah
Kepala Dinas Pertanian Sergai, Dedi Iskandar, menyatakan bahwa transisi menuju organik memungkinkan dilakukan secara bertahap melalui pendekatan semi-organik dan perubahan mindset petani.
Sementara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumut mendorong perbaikan ekosistem tanah melalui pembenah hayati dan pengendalian OPT ramah lingkungan.
Kesaksian Petani, Akademisi, dan Internasional
Ketua APDESI, Suparman, menyebut praktik organik meningkatkan kualitas tanah dan hasil panen.
Akademisi menilai tantangan utama bukan teknologi, tetapi adopsi sosial dan jaminan pasar.
Perwakilan Universiti Putra Malaysia (UPM), Lukman Hadi, memperkenalkan Mr. Molic, penghalau serangga nabati 100% alami, sebagai peluang kolaborasi regional pertanian organik ASEAN.
Organik sebagai Gerakan Peradaban
Ir. Soekirman menegaskan bahwa pertanian organik adalah gerakan peradaban.
“Ini bukan sekadar metode tanam, tapi sistem kehidupan. Tanah lestari, petani sehat, pangan aman, dan biaya produksi turun,” tegasnya.
Produktivitas demplot tercatat mencapai ±7,1 ton per hektare, membantah stigma bahwa pertanian organik identik dengan hasil rendah.
Panen raya ini diharapkan menjadi model replikasi nasional pertanian organik sebagai solusi krisis pangan, krisis iklim, dan degradasi lingkungan.
Catatan Redaksi
Redaksi AswinNews.com memandang pertanian organik bukan sekadar isu pertanian, tetapi isu ketahanan pangan, kedaulatan ekonomi desa, keberlanjutan lingkungan, dan stabilitas sosial. Model Serdang Bedagai menunjukkan bahwa pertanian berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan produktivitas dan daya saing ekonomi. Praktik ini layak direplikasi secara nasional melalui kebijakan lintas sektor, pendampingan berkelanjutan, dan jaminan pasar yang adil bagi petani.
![]()
