Nahdatul Ulama Kecamatan Camapaka ( MWC- NU). Menggelar Musyawarah Kerja (Musker)

Penulis: RK l Editor Rahmat kartolo l Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
Aswinnews – Tajam

PURWAKARTA | Aswinnews.com — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kecamatan Campaka melaksanakan Musyawarah Kerja (Musker) sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan perumusan program kerja tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Riyadathul Muta’alimin, Cireok, Desa Cijaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

Musyawarah Kerja MWC-NU Campaka dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Campaka, jajaran pengurus MWC-NU Kecamatan Campaka, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta, serta badan otonom NU, di antaranya GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, ISNU, dan Satkoryon Banser Kecamatan Campaka.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ustadz Abdul Hamid dari MWC-NU Campaka.

Ketua Tanfidziyah MWC-NU Kecamatan Campaka sekaligus Ketua Panitia, Ustadz Lukman, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus ranting NU dari 10 desa serta badan otonom NU yang telah hadir.

Menurut Ustadz Lukman, seluruh pengurus MWC-NU Kecamatan Campaka telah resmi dilantik sehingga wajib menjalankan mekanisme dan regulasi organisasi, salah satunya melalui Musyawarah Kerja.

Musker ini merupakan kewajiban organisasi. Hasil musyawarah akan kita plenokan dan dijadikan agenda kerja MWC-NU Kecamatan Campaka tahun 2026. Mari kita rumuskan bersama melalui komisi-komisi yang telah dibentuk,” ujarnya.

Dalam Musyawarah Kerja tersebut dibentuk tiga komisi, yaitu:

  • Komisi A Bidang Keagamaan dan Pendidikan
  • Komisi B Bidang Organisasi dan Program Kerja
  • Komisi C Bidang Ekonomi dan Sosial

Ustadz Lukman berharap melalui Musker ini MWC-NU Campaka dapat semakin mandiri serta menjadi tolok ukur dalam membangun ukhuwah Islamiyah, khususnya di Kecamatan Campaka dan umumnya di seluruh Indonesia. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Rais Syuriyah MWC-NU Kecamatan Campaka, KH. Sandang, menegaskan bahwa Musyawarah Kerja merupakan momentum penting untuk evaluasi dan perencanaan kerja organisasi.

Kepengurusan MWC-NU Campaka telah berjalan satu tahun. Menjadi pengurus NU tidak boleh setengah hati, tetapi harus dilandasi semangat dan keikhlasan karena Allah SWT. Jika NU ingin maju, kuat, dan dihormati masyarakat, maka pengurusnya harus kompak, bersatu, dan menjunjung kebersamaan,” tegasnya.

KH. Sandang juga menyampaikan bahwa sebelumnya MWC-NU Campaka telah melaksanakan program Pendidikan Dasar Pendidikan Kader NU (PDPKNU) serta secara rutin menggelar kegiatan istima’ keliling setiap bulan di seluruh ranting NU se-Kecamatan Campaka.

Ketua MUI Kecamatan Campaka, KH. Mutarom, dalam sambutannya menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang konsisten menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama dua periode menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Campaka.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Purwakarta, KH. Abdul Somad, menekankan pentingnya kecintaan kepada ulama serta peran aktif pengurus NU di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar warga NU tidak mudah terpengaruh ajaran radikal dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Kita harus bangga menjadi pengurus NU sebagai penerus perjuangan para ulama. Jangan hanya diam, tetapi hadir dan bergerak di tengah masyarakat. Jaga komunikasi antar-pengurus agar tidak terjadi miskomunikasi, serta tetap solid dan tegak lurus dalam berorganisasi,” pesannya.

Musyawarah Kerja MWC-NU Kecamatan Campaka ini diharapkan mampu menghasilkan program-program yang membawa kebaikan, kemaslahatan, dan kesejahteraan umat.

Redaksi Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *