Pameran Lukisan Tri Tangtu 2025: Menggambarkan Harmoni Alam dan Kehidupan

Penulis: Maztho
(Sekjen DPD ASWIN Provinsi Jawa Barat)
Kontributor: Piyan Sopian
Anggota Himpunan Perupa Tasikmalaya (HIPSIK)

Tasikmalaya – AswinNews.com —
Himpunan Perupa Tasikmalaya (HIPSIK) menggelar Pameran Lukisan bertema Tri Tangtu tahun 2025 dengan tajuk “Menggambarkan Harmoni Alam dan Kehidupan”.

Pameran ini menampilkan karya-karya seni lukis yang terinspirasi dari filosofi Sunda Tri Tangtu, yakni harmoni antara Karuhun, Gusti, dan Lembur.

Pameran ini merupakan pengejawantahan kebutuhan manusia untuk “tetap hidup”, baik secara estetik maupun rohani.

Di dalamnya tersirat proses perjuangan kreatif para seniman dalam mencari, menemukan, dan menghadirkan karya yang bermakna. Oleh karena itu, Pameran Lukisan Tri Tangtu tidak bersifat statis, melainkan sebuah kerja kreatif yang dinamis dan reflektif, sekaligus upaya strategis dalam merespons nilai-nilai kehidupan.

Lebih dari sekadar aktivitas kultural yang terikat norma, adat istiadat, dan tradisi, pameran ini juga memuat proses penerimaan, penerusan, penilaian, hingga pembaruan (reform) atas nilai-nilai yang telah ada, agar menjadi lebih relevan dan bermakna bagi kehidupan manusia, khususnya bagi para perupa.

Secara filosofis, Tri Tangtu merupakan konsep luhur masyarakat Sunda yang mengajarkan bahwa kehidupan harus dijalani dengan berlandaskan tiga prinsip dasar.

Pertama, Tangtu Karuhun, yakni menghormati dan mematuhi tradisi serta adat istiadat leluhur.
Kedua, Tangtu Gusti, yaitu menghormati dan mematuhi Tuhan Yang Maha Esa dengan menjalani kehidupan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Ketiga, Tangtu Lembur, yakni menghormati masyarakat dan lingkungan sekitar serta menjaga keseimbangan dan harmoni kehidupan.

Pameran ini diikuti oleh para seniman lukis yang memiliki konsentrasi dan ketertarikan terhadap tema Tri Tangtu.

Mereka menghadirkan karya berdasarkan kesadaran estetik masing-masing, dengan mengembangkan visi dan interpretasi terhadap nilai Karuhun, Gusti, dan Lembur, yang kemudian direfleksikan ke dalam karya seni rupa.

Adapun seniman yang terlibat dalam Pameran Lukisan Tri Tangtu 2025 ini antara lain: Hj. Rukmini Yusuf Afandi, Acep Zam Zam Noor, Iwan Koeswana, Oyok JF, Rendra Santana, Herman PG, Budi Gunawan, Jamal Mural, Yusa Widiana, Hajluk (Loeky L), Irvan Mulyadie, Alexandreia Wibawa, Eri Aksa, Nans FineArt, Tono Haryono, Ade Darlin, Dida Rusdi, Trina Puspasari, Soni Mandriana, Asep Wawan Setiawan, Ken, Yaman, Triya, Rudi ST, Lia Puspitasari, Anang Rusmana, AWD, Agus Permana, Ramdan, Adil Dahlan, Sidqi, dan Piyan Sopian.

Dari karya-karya yang dipamerkan terlihat perjalanan kreatif para seniman dalam mengeksplorasi ide, gagasan, serta medium artistik dengan pendekatan yang bersifat individualistik. Setiap perupa menghadirkan gaya dan karakter khas dalam mentransformasikan tema Tri Tangtu ke dalam bahasa visual.

Pameran Lukisan Tri Tangtu 2025 dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 28 Desember 2025 hingga 25 Januari 2026, bertempat di AREM Aroma Rempah Tasikmalaya, Jalan RAA Wiratanuningrat No. 26, Empang Sari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Ketua HIPSIK, Jamal Mural, menyampaikan bahwa pameran ini diharapkan menjadi media bagi para seniman untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya harmoni antara Karuhun, Gusti, dan Lembur, yang kemudian divisualisasikan ke dalam karya seni sesuai gaya dan perspektif masing-masing.
Selain pameran lukisan, kegiatan ini juga dirangkai dengan dua agenda utama lainnya, yakni Dialog Bersama Perupa, sebagai ruang “tegur sapa wacana” dari berbagai perspektif, serta Goresan Alam, yaitu sesi pembuatan karya secara langsung oleh para perupa, baik berupa sketsa, gambar, lukisan, maupun bentuk ekspresi visual lainnya.

🖊️ Laporan Jurnalis: Maztho
✍️ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *