Oplus_16908288
Oleh: Novel Bamukmin
(Tokoh 212 dan Penceramah)
Malam Tahun Baru 2026 tidak lama lagi akan tiba, khususnya di wilayah yang tidak terdampak langsung oleh musibah akhir tahun, termasuk DKI Jakarta.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap malam pergantian tahun di Jakarta selalu dipenuhi euforia: pesta kembang api, hiburan jalanan, serta hiruk-pikuk perayaan yang seolah telah menjadi agenda tahunan tak tertulis.
“Kami selaku warga DKI Jakarta berharap kepada Gubernur DKI Jakarta agar tidak mengulangi kesalahan kepemimpinan sebelumnya, sebagaimana yang terjadi pada era Jokowi–Ahok, yang hingga kini masih menyisakan kegaduhan dan trauma di tengah masyarakat Jakarta.”
Momentum Tahun Baru 2026 seharusnya menjadi waktu untuk empati dan solidaritas.
Saat ini, saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah dilanda musibah banjir dan longsor yang sangat dahsyat. Mereka berada dalam kesedihan dan penderitaan.
Jangan sampai pesta akhir tahun di Jakarta justru mengiris hati mereka.
Sejalan dengan hal tersebut, Bapak Ali Lubis selaku anggota DPRD DKI Jakarta juga telah meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meniadakan pesta Tahun Baru, mengingat banyaknya daerah di Indonesia yang sedang tertimpa bencana alam.
Perlu diingat, pada malam Tahun Baru 2013, saat Jakarta dipimpin oleh Jokowi–Ahok, digelar pesta besar-besaran dengan 17 panggung hiburan lengkap dengan artis dan kembang api. Bundaran HI menjadi lautan manusia, dan terjadi berbagai bentuk kemungkaran serta kemaksiatan.
Kami, warga Betawi yang berpegang teguh pada ajaran Islam, meyakini bahwa kemungkaran dapat mengundang petaka. Saat itu, Allah SWT menurunkan hujan deras yang menyebabkan banjir besar di kawasan Bundaran HI hingga Istana Presiden dan Balai Kota, bahkan menimbulkan korban jiwa akibat basement gedung yang terendam banjir.
Oleh karena itu, kami meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar anggaran pesta Tahun Baru dialihkan untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di berbagai daerah, khususnya di Pulau Sumatera.
Selain itu, kita akan segera menyambut bulan suci Ramadan. Kami berharap seluruh tempat hiburan malam dan sejenisnya ditutup, sebagaimana pernah diatur dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta pada masa kepemimpinan Bapak Sutiyoso.
Tidak kalah penting, kami juga mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menarik kepemilikan sahamnya di PT Delta Djakarta, pabrik minuman keras yang merupakan salah satu produsen bir terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
Kami, warga Jakarta, tidak akan tinggal diam terhadap berbagai upaya kemungkaran di DKI Jakarta. Apabila suara kami diabaikan, kami siap menyuarakan penolakan melalui masjid-masjid, mimbar-mimbar dakwah, serta berbagai cara konstitusional lainnya, sebagaimana pernah terjadi dalam Aksi Bela Islam 212.
Semoga Tahun Baru 2026 menjadi momentum muhasabah, doa, dan hijrah menuju arah yang lebih baik bagi kita semua—rakyat, para pemimpin, dan bangsa Indonesia—agar setiap langkah kita mendapat rida Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Editor: Rahmat Kartolo
Aswinnews – Tajam, Berimbang, dan Ter-up to Date
BANDA ACEH – AswinNews.com — Ada bentuk kerja yang tak membutuhkan sorak sorai, namun dampaknya…
Tasikmalaya – AswinNews.com — SMAN 1 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan sekolah…
JAKARTA – AswinNews.com — Indonesian Fisherman Association (INFISA) kembali menyuarakan desakan darurat kepada Pemerintah Republik…
Subang – AswinNews.com — SMK Negeri 2 Subang menggelar kegiatan evaluasi program sekolah yang melibatkan…
Kuasa Hukum PAUD AL - Amin, Adv.Riski Dini Hasanah.S.H. memenangkan sidang putusan sela dalam perkara…
PARAPAT – AswinNews.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Langkat bergerak cepat mengawali masa…